Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

PM Greenland Tolak Bantuan Kapal Rumah Sakit Trump

Thalatie K Yani
23/2/2026 04:47
PM Greenland Tolak Bantuan Kapal Rumah Sakit Trump
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menolak tawaran kapal rumah sakit Donald Trump dan menyindir sistem kesehatan AS yang berbayar.(Instagram)

HUBUNGAN diplomatik antara Greenland dan Amerika Serikat kembali memanas. Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, secara tegas meminta Presiden AS Donald Trump untuk berkomunikasi secara langsung alih-alih membuat pernyataan kontroversial di media sosial.

Ketegangan ini bermula saat Trump mengunggah pernyataan di platform Truth Social. Ia mengklaim akan mengirimkan kapal rumah sakit militer untuk "merawat" penduduk Greenland. Trump menuduh bahwa "banyak orang" di pulau Arktik tersebut sedang sakit dan tidak mendapatkan perawatan medis yang layak.

Sindiran Sistem Kesehatan

Menanggapi klaim tersebut, PM Nielsen memberikan jawaban menohok. Ia menegaskan Greenland sama sekali tidak membutuhkan bantuan medis dari Amerika Serikat.

"Itu akan menjadi 'tidak, terima kasih' dari kami," ujar Nielsen.

Nielsen menekankan perbedaan mendasar antara kedua negara terkait akses kesehatan. Ia menjelaskan bahwa Greenland memberikan layanan kesehatan gratis bagi seluruh warganya, berbanding terbalik dengan sistem di Amerika Serikat.

"Idenya telah dicatat. Namun kami memiliki sistem kesehatan publik di mana pengobatan gratis bagi warga negara. Tidak seperti itu di Amerika Serikat, di mana pergi ke dokter membutuhkan biaya," tulis Nielsen melalui akun Facebook resminya.

Ambisi Lama Trump atas Greenland

Keinginan Trump untuk mengirim bantuan medis ini diduga merupakan bagian dari ambisi lamanya untuk menguasai Greenland. Meski pada Januari lalu Trump sempat menyatakan tidak akan mengambil alih pulau tersebut dengan kekerasan, ia terus mendorong adanya "kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan" terkait kedaulatan wilayah tersebut.

Pihak Denmark dan sekutu NATO sendiri telah berkali-kali menegaskan bahwa mereka tidak akan melepaskan kedaulatan atas Greenland.

Dalam unggahannya yang memicu kontroversi, Trump menyebut ia bersama utusannya untuk Greenland, Jeff Landry, akan segera mengirim bantuan tersebut.

"Kami akan mengirimkan sebuah kapal rumah sakit hebat ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit, dan tidak terawat di sana. Sedang dalam perjalanan!!!" tulis Trump.

Unggahan tersebut juga menyertakan gambar yang diduga hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan kapal USNS Mercy, salah satu kapal rumah sakit Angkatan Laut AS.

Desakan Komunikasi Formal

Meski tetap membuka pintu kerja sama dengan AS, PM Nielsen menggarisbawahi pentingnya etika diplomasi yang formal dan terukur. Ia keberatan dengan cara Trump yang lebih sering menggunakan media sosial untuk membicarakan isu-isu sensitif.

"Bicaralah kepada kami alih-alih hanya membuat ledakan (opini) acak di media sosial," tegas Nielsen.

Muncul spekulasi bahwa unggahan Trump berkaitan dengan insiden baru-baru ini, di mana Komando Arktik Denmark mengevakuasi seorang kru kapal selam AS dekat Nuuk yang membutuhkan perawatan medis darurat. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah kedua hal tersebut saling berkaitan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya