Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SPEKULASI mengenai kondisi kesehatan dan keselamatan pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, terus diperbincangkan. Seorang anggota parlemen Iran mengonfirmasi bahwa putra Ali Khamenei tersebut baru saja selamat dari dua upaya pembunuhan dalam hitungan hari.
Mohammadreza Rezaei Kouchi, perwakilan dari wilayah Jahrom, mengungkapkan kepada kantor berita IRNA bahwa Mojtaba berada di sisi ayahnya, Ali Khamenei, saat kediaman resmi Pemimpin Tertinggi digempur. Ia menyebut insiden itu sebagai upaya pembunuhan yang gagal.
Tak berhenti di situ, serangan kedua dilaporkan menyasar sebuah rumah sakit tempat Mojtaba berada. Meski lokasi pastinya dirahasiakan, Rezaei Kouchi menegaskan bahwa plot Amerika Serikat dan Israel untuk melenyapkan pemimpin Iran tersebut gagal.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang kontradiktif. Dalam wawancaranya dengan Fox News Radio, Trump meyakini bahwa serangan udara gabungan AS-Israel telah mengenai sasarannya.
"Saya rasa kemungkinan besar dia (terluka). Saya rasa dia mengalami kerusakan, tapi menurut saya dia mungkin masih hidup dalam kondisi tertentu," ujar Trump dalam wawancaranya dengan Fox News Radio.
Meski Mojtaba sempat merilis pesan tertulis pertamanya pada Kamis lalu, publik belum melihat sosoknya secara langsung sejak ia ditunjuk sebagai pemimpin hampir sepekan yang lalu. Absennya dokumentasi foto maupun video ini memperkuat desas-desus bahwa sang pemimpin baru mungkin mengalami luka serius atau tengah bersembunyi di lokasi yang sangat rahasia.
Situasi ini menempatkan Iran dalam posisi yang sangat rentan, di mana transisi kepemimpinan mereka langsung dihantam oleh ancaman eksistensial dari kekuatan luar.
Di tengah ketidakpastian ini, Washington terus menekan. Melalui program Rewards for Justice (RFJ), Departemen Luar Negeri AS resmi menawarkan imbalan fantastis hingga US$10 juta (sekitar Rp169,5 miliar) bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi lokasi para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Nama Mojtaba Khamenei masuk dalam daftar buruan utama bersama tokoh-tokoh kuat lainnya, seperti:
Pernyataan resmi RFJ menegaskan alasan di balik sayembara ini:
"Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga US$10 juta (sekitar Rp169,5 miliar) untuk informasi tentang para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan cabang-cabang komponennya. Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC, yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia."
(Iranintl/Aljazeera/P-4)
Perempuan Iran lulus di bidang STEM 3 kali lipat lebih banyak dibanding AS. Simak data mengejutkan mengenai pendidikan tinggi dan PhD di Iran.
Menelaah penggunaan Infrared Search and Track (IRST) oleh Iran sebagai alternatif radar konvensional untuk mendeteksi dan menghancurkan jet siluman F-35.
Analisis teknologi radar Rezonans-NE dan sistem rudal Bavar-373 milik Iran dalam upaya mendeteksi dan melumpuhkan jet siluman F-35.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengkritik Barat soal kemunafikan HAM dan konflik global, tegaskan Malaysia tetap berpegang pada prinsip keadilan dan kemanusiaan.
Intelijen AS menyebut Iran masih mampu memulihkan bunker rudal dalam hitungan jam meski dibombardir. Setengah peluncur rudal dilaporkan masih utuh.
F-15 AS ditembak jatuh di Iran. Satu pilot selamat, satu masih dicari. Dua Black Hawk rusak ditembaki saat misi evakuasi di tengah eskalasi perang.
Di tengah serangan AS-Israel, Washington membuka peluang negosiasi dengan Iran. Trump dorong kesepakatan damai segera tercapai.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
Langkah tersebut mencakup tuntutan kompensasi, termasuk pembayaran atas seluruh jenis kerugian yang dialami Iran, tambahnya.
Menlu Iran Abbas Araghchi tegas menolak tuntutan "penyerahan tanpa syarat" dari Donald Trump. Iran pilih terus melawan demi martabat dan keamanan rakyatnya.
Hasil jajak pendapat PBS News/NPR/Marist menunjukkan 56% warga Amerika menentang aksi militer Donald Trump terhadap Iran di tengah pembelahan tajam di Kongres
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved