Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Dua Kali Nyaris Tewas dari Serangan AS-Israel, Mojtaba Khamenei Lolos dari Maut di Menit Terakhir

Akmal Fauzi
14/3/2026 21:06
Dua Kali Nyaris Tewas dari Serangan AS-Israel, Mojtaba Khamenei Lolos dari Maut di Menit Terakhir
Mojtaba Khamenei(Al Jazeera)

SPEKULASI mengenai kondisi kesehatan dan keselamatan pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, terus diperbincangkan. Seorang anggota parlemen Iran mengonfirmasi bahwa putra Ali Khamenei tersebut baru saja selamat dari dua upaya pembunuhan dalam hitungan hari.

Mohammadreza Rezaei Kouchi, perwakilan dari wilayah Jahrom, mengungkapkan kepada kantor berita IRNA bahwa Mojtaba berada di sisi ayahnya, Ali Khamenei, saat kediaman resmi Pemimpin Tertinggi digempur. Ia menyebut insiden itu sebagai upaya pembunuhan yang gagal.

Tak berhenti di situ, serangan kedua dilaporkan menyasar sebuah rumah sakit tempat Mojtaba berada. Meski lokasi pastinya dirahasiakan, Rezaei Kouchi menegaskan bahwa plot Amerika Serikat dan Israel untuk melenyapkan pemimpin Iran tersebut gagal.

Komentar Donald Trump

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang kontradiktif. Dalam wawancaranya dengan Fox News Radio, Trump meyakini bahwa serangan udara gabungan AS-Israel telah mengenai sasarannya.

"Saya rasa kemungkinan besar dia (terluka). Saya rasa dia mengalami kerusakan, tapi menurut saya dia mungkin masih hidup dalam kondisi tertentu," ujar Trump dalam wawancaranya dengan Fox News Radio.

Hanya Suara, Tanpa Rupa

Meski Mojtaba sempat merilis pesan tertulis pertamanya pada Kamis lalu, publik belum melihat sosoknya secara langsung sejak ia ditunjuk sebagai pemimpin hampir sepekan yang lalu. Absennya dokumentasi foto maupun video ini memperkuat desas-desus bahwa sang pemimpin baru mungkin mengalami luka serius atau tengah bersembunyi di lokasi yang sangat rahasia.

Situasi ini menempatkan Iran dalam posisi yang sangat rentan, di mana transisi kepemimpinan mereka langsung dihantam oleh ancaman eksistensial dari kekuatan luar.

Sayembara AS

Di tengah ketidakpastian ini, Washington terus menekan. Melalui program Rewards for Justice (RFJ), Departemen Luar Negeri AS resmi menawarkan imbalan fantastis hingga US$10 juta (sekitar Rp169,5 miliar) bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi lokasi para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Nama Mojtaba Khamenei masuk dalam daftar buruan utama bersama tokoh-tokoh kuat lainnya, seperti:

  • Ali Asghar Hejazi (Wakil Kepala Staf Kantor Pemimpin Tertinggi)
  • Ali Larijani (Penasihat Senior)
  • Brigjen Eskandar Momeni (Menteri Dalam Negeri)
  • Esmail Khatib (Menteri Intelijen)

Pernyataan resmi RFJ menegaskan alasan di balik sayembara ini:

"Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga US$10 juta (sekitar Rp169,5 miliar) untuk informasi tentang para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan cabang-cabang komponennya. Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC, yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia."

(Iranintl/Aljazeera/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya