Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Iran Bantah Bernegosiasi dengan AS

Media Indonesia
20/3/2026 15:26
Iran Bantah Bernegosiasi dengan AS
ilustrasi(Xinhua)

PEJABAT senior parlemen Iran secara tegas membantah adanya perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi negara mana pun yang mengizinkan wilayah atau pangkalannya digunakan untuk menyerang Iran.

Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran, Ebrahim Rezaei, menyampaikan hal tersebut usai menggelar pertemuan dengan pejabat militer dan pertahanan guna membahas operasi medan perang melawan AS dan Israel.

Membantah Klaim Donald Trump

Pernyataan Rezaei ini secara langsung mematahkan klaim Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut pejabat Iran ingin bernegosiasi namun "belum siap."

“Kami tidak sedang berunding dengan Amerika Serikat,” tegas Rezaei, Kamis (19/3/2026). Ia menambahkan bahwa negara mana pun yang membuka wilayah atau pangkalannya bagi pasukan musuh dalam bentuk apa pun akan langsung dianggap sebagai musuh oleh Teheran.

Kondisi Pulau Kharg dan Ekspor Minyak

Di tengah eskalasi konflik, Rezaei memastikan bahwa keamanan di Pulau Kharg, pusat ekspor energi vital Iran, telah dipulihkan. Ia menegaskan bahwa aktivitas ekspor minyak masih terus berlanjut.

Sebelumnya, Donald Trump mengeklaim serangan udara AS telah menghancurkan sebagian besar fasilitas militer di pulau tersebut, namun sengaja membiarkan infrastruktur minyak tetap utuh untuk menjaga stabilitas pasar.

Serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026 dilaporkan telah memakan korban jiwa sekitar 1.300 orang. Di antara korban tewas, terdapat Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Teheran telah meluncurkan serangan pesawat tak berawak (drone) dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, serta Irak. Sasaran juga mencakup negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS sebagai bentuk tekanan balik terhadap koalisi tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik