Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

AS Luluh, Perundingan Nuklir Iran Dapat Berlanjut tanpa Bahas Rudal Balistik

Haufan Hasyim Salengke
20/3/2026 15:56
AS Luluh, Perundingan Nuklir Iran Dapat Berlanjut tanpa Bahas Rudal Balistik
Pameran di Aviation and Space Park Permanent Exhibition Centre of the Revolutionary Guards Army, Teheran, menampilkan rudal, roket pembawa satelit, dan sistem pertahanan udara, termasuk rudal dan drone yang digunakan dalam serangan terhadap Israel, pada 12(Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency)

AMERIKA Serikat dikabarkan mulai melunak dalam menetapkan syarat perundingan dengan Iran. Laporan media Ibrani, Haaretz, menyebutkan bahwa Washington setuju untuk membatasi cakupan pembicaraan yang dijadwalkan pada Jumat (20/3) hanya pada program nuklir Teheran saja.

Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam posisi tawar AS. Sebelumnya, Washington bersikeras memasukkan isu program rudal balistik Iran serta aktivitas kelompok-kelompok proksinya di kawasan ke dalam meja perundingan. Sementara Iran menegaskan kesepakatan masih mungkin dicapai asalkan AS memenuhi sejumlah syarat, salah satunya tidak membawa program rudal balistik Teheran ke meja perundingan. 

Mediasi Negara Teluk

Keputusan Washington untuk menerima syarat Teheran dilaporkan terjadi setelah adanya mediasi intensif dari negara-negara regional, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Oman. Sumber yang memahami urusan Timur Tengah memperingatkan bahwa Iran telah menyatakan kesiapan untuk konflik regional jika kerangka negosiasi mereka ditolak.

Meskipun negara-negara tetangga tidak menginginkan dominasi Iran, mereka memahami bahwa serangan militer terhadap Teheran akan berdampak katastrofik bagi stabilitas kawasan. Oleh karena itu, negara-negara Teluk terus mendesak AS untuk mengedepankan jalur diplomasi dan dialog.

Peluang Pelucutan Nuklir

Sumber tersebut menambahkan bahwa di balik retorika kerasnya, kepemimpinan Iran kemungkinan bersedia meninggalkan program nuklirnya jika kesepakatan yang tepat tercapai. Namun, jalur negosiasi ini masih dipenuhi ketidakpastian.

Hingga saat ini, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan ini. Washington juga belum menetapkan batasan tuntutan maksimal mereka dalam berkas nuklir tersebut, sementara tekanan regional agar diplomasi diberi kesempatan terus menguat. (Middle East Monitor/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik