Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Iran tengah mempertimbangkan rancangan undang-undang yang mewajibkan negara-negara membayar biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz yang strategis, lapor media Iran, Kamis.
Menurut kantor berita semi-resmi ISNA, rancangan tersebut mengusulkan pengenaan tarif bagi kapal yang menggunakan jalur laut vital tersebut, yang merupakan salah satu rute terpenting bagi pasokan energi global.
Seorang anggota parlemen di Teheran mengatakan usulan itu bertujuan mewajibkan pembayaran dan pajak kepada Iran jika selat tersebut digunakan sebagai “jalur aman” untuk pelayaran, transportasi energi, dan rantai pasok pangan.
Ia menyatakan bahwa negara-negara yang memperoleh manfaat dari keamanan pelayaran di selat itu harus membayar biaya dan pajak kepada Iran.
Usulan ini mencuat di tengah meningkatnya eskalasi kawasan sejak Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal di berbagai wilayah kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak yang biasanya menangani sekitar 20 juta barel per hari dan sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global, yang pada akhirnya mengguncang pasar energi dunia. (Ant/P-3)
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Ia menambahkan bahwa volume tersebut setara dengan pasokan selama sekitar 10 hari hingga dua minggu, tergantung pada metode perhitungan.
Menurut Azis, letak geografis Selat Hormuz yang menyalurkan seperlima pasokan minyak dunia menjadikannya titik paling rawan dalam geopolitik modern.
Korea Selatan raih status prioritas utama pasokan minyak UEA di tengah krisis energi 2026. 24 juta barel dikirim via rute alternatif.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Ia menambahkan bahwa volume tersebut setara dengan pasokan selama sekitar 10 hari hingga dua minggu, tergantung pada metode perhitungan.
Pemerintah tengah menyiapkan langkah antisipatif dengan mencari alternatif sumber impor minyak mentah selain dari kawasan Timur Tengah.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tengah meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada sejumlah mitra dekat yang dianggap dapat merekaa andalkan di berbagai kawasan dunia.
ESKALASI ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat yang berdampak pada ancaman penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian serius terhadap stabilitas energi nasional.
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved