Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tengah meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada sejumlah mitra dekat yang dianggap dapat merekaa andalkan di berbagai kawasan dunia. Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam pertemuan di Kremlin pada Senin (9/3) yang membahas perkembangan pasar energi global.
“Saya mendapat informasi bahwa kami meningkatkan pasokan kepada mitra-mitra tepercaya kami, dan itu dilakukan di beberapa kawasan sekaligus,” kata Putin.
Kendati demikian, ia tidak menyebut secara rinci negara mana saja yang dimaksud.
Menurutnya, persaingan global untuk memperoleh pasokan energi saat ini semakin ketat, terutama di tengah krisis yang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Putin menilai Rusia berpeluang memperkuat posisinya di pasar energi internasional dengan mengalihkan pasokan ke negara-negara yang membutuhkan tambahan energi.
“Jika saat ini kami mengalihkan fokus pada pasar yang membutuhkan peningkatan pasokan, kami dapat memperkuat posisi di sana,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Putin juga menilai bahwa pengalihan seluruh pasokan minyak dari Timur Tengah tanpa melewati Selat Hormuz bukanlah hal yang realistis dalam kondisi saat ini. (Ant/E-3)
Vladimir Putin tegaskan dukungan deeskalasi cepat di Timur Tengah kepada Masoud Pezeshkian. Bahas dampak serangan AS-Israel dan bantuan kemanusiaan Rusia.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin gencar berkomunikasi dengan Iran dan Donald Trump untuk memediasi konflik di Timur Tengah. Apakah ini murni upaya damai atau strategi mengamankan ekonomi Rusia?
Intelijen Amerika Serikat menyebut Rusia diduga membagikan informasi kepada Iran yang berpotensi membantu menargetkan aset militer AS di kawasan Teluk.
Ia menyatakan bahwa negara-negara yang memperoleh manfaat dari keamanan pelayaran di selat itu harus membayar biaya dan pajak kepada Iran.
Ia menambahkan bahwa volume tersebut setara dengan pasokan selama sekitar 10 hari hingga dua minggu, tergantung pada metode perhitungan.
Pemerintah tengah menyiapkan langkah antisipatif dengan mencari alternatif sumber impor minyak mentah selain dari kawasan Timur Tengah.
ESKALASI ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat yang berdampak pada ancaman penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian serius terhadap stabilitas energi nasional.
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved