Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat yang berdampak pada ancaman penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian serius terhadap stabilitas energi nasional. Jalur tersebut dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan LNG dunia, sehingga gangguan di kawasan ini memicu lonjakan harga minyak global dan meningkatkan tekanan terhadap negara-negara pengimpor, termasuk Indonesia.
Anggota DPR RI Komisi VI, Firnando Ganinduto, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia perlu merespons situasi ini secara cepat dan strategis. Ia mengacu pada pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang menyebut sekitar 20–25% impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah dan melewati Selat Hormuz.
“Kondisi tersebut membuat Indonesia rentan terhadap gangguan distribusi dan fluktuasi harga global yang dapat berdampak langsung pada APBN,” ucapnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (4/3).
Meski demikian, Firnando juga mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasokan.
Menurutnya, kebijakan ini penting untuk menjaga kepastian suplai energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik. Selain itu, ia juga menyoroti bahwa sekitar 30% impor LPG Indonesia masih bergantung pada kawasan Timur Tengah, sehingga perlu segera dicari alternatif pemasok dari wilayah lain.
Meski pemerintah memastikan bahwa pasokan energi domestik masih aman untuk beberapa minggu ke depan, Firnando menilai mitigasi jangka pendek harus dibarengi dengan langkah struktural jangka panjang. Ia mendorong Pertamina untuk memperkuat strategi pengamanan pasokan sekaligus memperluas jaringan perdagangan energi yang lebih beragam guna mengurangi risiko ketergantungan pada satu kawasan.
Di sisi lain, Firnando menegaskan bahwa situasi ini harus menjadi momentum untuk mempercepat penguatan produksi migas dalam negeri dan mendorong transisi energi baru terbarukan. “Diversifikasi impor hanyalah solusi taktis, sementara kemandirian dan ketahanan energi nasional adalah strategi jangka panjang yang akan menentukan stabilitas ekonomi Indonesia ke depan,” pungkas dia. (E-4)
Ia menyatakan bahwa negara-negara yang memperoleh manfaat dari keamanan pelayaran di selat itu harus membayar biaya dan pajak kepada Iran.
Ia menambahkan bahwa volume tersebut setara dengan pasokan selama sekitar 10 hari hingga dua minggu, tergantung pada metode perhitungan.
Pemerintah tengah menyiapkan langkah antisipatif dengan mencari alternatif sumber impor minyak mentah selain dari kawasan Timur Tengah.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tengah meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada sejumlah mitra dekat yang dianggap dapat merekaa andalkan di berbagai kawasan dunia.
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
KRISIS energi akibat eskalasi perang di Timur Tengah memukul negara-negara besar di Asia. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyerukan kampanye hemat energi nasional akibat perang Iran
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Perdana Menteri Keir Starmer dan Donald Trump bahas krisis Selat Hormuz. Harga minyak melonjak ke US$106 per barel akibat blokade Iran.
Swis resmi bekukan ekspor senjata baru ke AS demi jaga netralitas di tengah perang Iran. Bern juga tutup ruang udara bagi penerbangan militer Washington ke Timur Tengah.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved