Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

IHSG Hari Ini 4 Maret 2026: Dibuka Jebol ke 7.660

Andhika Prasetyo
04/3/2026 10:03
IHSG Hari Ini 4 Maret 2026: Dibuka Jebol ke 7.660
ilustrasi(Antara)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah. Koreksi terjadi seiring sikap risk-off investor yang cenderung menghindari aset berisiko di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah.

IHSG turun 256 poin atau 3,53% ke level 7.660. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai secara teknikal IHSG berada dekat area dukungan penting.

Brace your portfolio untuk kemungkinan jebol lebih dalam lagi (bearish flag). Volatilitas masih akan tinggi dalam dua pekan ini, sikap wait and see masih lebih banyak disarankan,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Sentimen Global Didominasi Mode Risk-Off

Liza menjelaskan bahwa sentimen pasar global saat ini didominasi sikap risk-off setelah konflik Timur Tengah memasuki hari keempat dengan eskalasi serangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Serangan Iran terhadap fasilitas energi serta kapal tanker di kawasan Teluk, ditambah ancaman penutupan Selat Hormuz yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan energi global, memicu kekhawatiran gangguan distribusi energi dunia.

Lonjakan harga minyak menjadi faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar. Harga minyak Brent tercatat naik ke kisaran US$81-US$82 per barel, smeentara minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$74-US$75 per barel. Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak hampir 10% secara intraday dan mencapai level tertinggi sejak periode 2024-2025.

“Lonjakan harga minyak memperkuat kekhawatiran inflasi global karena energi merupakan komponen penting dalam biaya produksi dan transportasi,” kata Liza.

Investor juga mulai memperkirakan konflik tersebut dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan awal, sehingga meningkatkan risiko inflasi energi sekaligus menekan pertumbuhan ekonomi global.

Kebijakan Suku Bunga The Fed Jadi Sorotan

Lonjakan harga energi juga berpotensi memaksa bank sentral global mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Saat ini pelaku pasar tidak lagi sepenuhnya memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve hingga September 2026.

Data Fed Fund Futures menunjukkan probabilitas sekitar 56 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juni 2026. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya