Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

IHSG Berpotensi Melemah, Pasar Cermati Eskalasi Konflik Iran-AS dan Kebijakan Global

Media Indonesia
04/3/2026 08:32
IHSG Berpotensi Melemah, Pasar Cermati Eskalasi Konflik Iran-AS dan Kebijakan Global
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam tekanan pada perdagangan Rabu (4/3). Hal itu seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap dinamika geopolitik dan kebijakan global terbaru.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau Nico, menilai sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi arah pasar domestik.

Nico mengatakan sentimen utama akan berasal dari pelaku pasar yang masih mencermati dan mengkhawatirkan adanya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.860- 8.150," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (4/3).

Konflik Timur Tengah dan Dampaknya ke Pasar Global

Perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi persepsi risiko investor global. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan pemerintahannya akan menyediakan jaminan asuransi serta pengawalan angkatan laut bagi kapal tanker minyak dan kapal lain yang melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk meredam potensi gangguan distribusi energi global dan mencegah lonjakan harga yang dapat memicu tekanan inflasi.

Perang masih masih berlanjut, dan menurut kami pelaku pasar dan investor masih memiliki perspektif negatif terhadap hal tersebut, sehingga masih mendorong pasar saham dan obligasi global mengalami penurunan, ujar Nico.

Selain isu geopolitik, Trump juga menyampaikan bahwa pemerintah AS tengah menyiapkan tarif baru sebagai pengganti bea masuk yang sebelumnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS. Tarif tersebut disebut akan sedikit lebih tinggi dibandingkan kesepakatan bilateral dengan mitra dagang dalam setahun terakhir.

Transparansi Kepemilikan Saham, BEI Publikasikan Data di Atas 1 Persen

Dari domestik, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi merilis informasi kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen.

Data tersebut akan diperbarui setiap bulan oleh KSEI dan dipublikasikan melalui situs resmi BEI. Langkah ini diharapkan menjadi referensi tambahan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, sekaligus memperkuat aspek transparansi dan kredibilitas pasar modal nasional.

Revisi Harga Mineral Acuan Nikel Dinilai Jadi Sentimen Positif

Sementara itu, Asosiasi Pertambangan Nikel Indonesia (APNI) menyampaikan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menerbitkan peraturan menteri baru terkait Harga Mineral Acuan (HMA) nikel pada Maret 2026.

Regulasi tersebut akan mengubah patokan harga bijih nikel, menyusul usulan APNI agar formula Harga Patokan Mineral (HPM) tidak hanya mempertimbangkan kadar nikel, tetapi juga memasukkan unsur besi dan kobalt.

APNI menilai skema sebelumnya berkontribusi terhadap potensi kerugian hingga US$6,3 miliar dalam dua tahun terakhir. Dari sisi negara, formula baru dinilai lebih optimal dalam menggenjot penerimaan royalti, terutama jika mineral ikutan seperti kobalt dikenakan pungutan tersendiri.

Namun, kenaikan harga bijih nikel berpotensi meningkatkan biaya bahan baku smelter domestik, yang pada akhirnya dapat menekan margin industri pengolahan di tengah kondisi kelebihan pasokan global.

"Secara pasar, kebijakan ini cenderung menjadi sentimen positif bagi emiten tambang nikel hulu, meski dampaknya bisa lebih terbatas atau netral bagi pelaku," ujar Nico.

Bursa Global Kompak Melemah

Tekanan juga terlihat pada pasar global. Pada perdagangan Selasa (3/3), bursa saham Eropa ditutup di zona merah. Indeks Euro Stoxx 50 terkoreksi 3,64%, FTSE 100 melemah 2,75%, DAX turun 3,44%, dan CAC 40 terpangkas 3,46%.

Tekanan serupa terjadi di Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,83% ke level 48.501,27, S&P 500 turun 0,95% menjadi 6.816,63, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,09% ke posisi 24.720,08.

Prospek IHSG

Dengan kombinasi sentimen geopolitik, kebijakan tarif AS, serta dinamika komoditas nikel, pasar diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas.

Investor disarankan mencermati perkembangan konflik global dan respons kebijakan lanjutan yang berpotensi memengaruhi arah arus modal serta volatilitas IHSG dalam jangka pendek. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya