Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. IHSG turun 23,95 poin atau 0,29% ke level 8.211,31. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga melemah 2,99 poin atau 0,36% ke posisi 834,90.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyarankan investor untuk bersikap lebih berhati-hati dalam menghadapi kondisi pasar saat ini.
“Kiwoom Research sarankan untuk kurangi posisi portofolio dan perbanyak sikap wait and see untuk sementara waktu,” ujar Liza di Jakarta, Senin.
Menurutnya, konflik Timur Tengah menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Liza menjelaskan bahwa sektor energi dan logam mulia cenderung menjadi pilihan defensif di tengah ketidakpastian, sementara ekuitas global dan aset berisiko menghadapi potensi volatilitas tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
"Fokus utama investor, yaitu durasi konflik dan tingkat eskalasi, stabilitas Selat Hormuz, dan arah harga minyak di atas US$90-US$100 per barrel," ujarnya.
Meski demikian, berkaca pada konflik Rusia-Ukraina pada 2022, pasar Indonesia yang berbasis komoditas dinilai berpotensi memperoleh manfaat dari kenaikan harga komoditas global.
Tekanan pasar juga terlihat di kawasan Asia, di mana sejumlah bursa saham mengalami pelemahan. Bursa Kuwait bahkan sempat menghentikan perdagangan, sementara Uni Emirat Arab menutup pasar sahamnya pada Senin dan Selasa menyusul serangan Iran.
Dari Eropa, Uni Eropa menyerukan maximum restraint, perlindungan warga sipil, serta penghormatan terhadap hukum internasional guna mencegah eskalasi konflik yang dapat mengganggu Selat Hormuz dan memicu dampak ekonomi global.
Di dalam negeri, pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi Februari 2026 serta neraca perdagangan Januari 2026 yang diperkirakan mencatat surplus sebesar 2,76 miliar dolar AS, dengan indikasi pertumbuhan pada aktivitas impor dan ekspor. (Ant/E-3)
Geopolitik Iran-Israel-AS memanas, mempengaruhi pasar. Simak rekomendasi saham berbasis komoditas dan sektor energi di tengah ketegangan global ini.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini.
IHSG ditutup menguat tipis ke 8.235 pada Jumat (27/2). Simak analisis sentimen fiskal S&P, rebalancing MSCI, dan jadwal data ekonomi penting pekan depan.
Pasar saham Indonesia, meskipun dibayangi penurunan IHSG sebesar 1,44% pada Kamis, 26 Februari 2026, tetap menyuguhkan kejutan.
IHSG turun 1,05% akibat kekhawatiran kebijakan tarif AS. Temukan saham-saham yang paling terpengaruh dalam penurunan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved