Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

IHSG Anjlok 1,05 Persen, Ini Saham-Saham yang Terpukul Parah!

 Gana Buana
26/2/2026 20:46
IHSG Anjlok 1,05 Persen, Ini Saham-Saham yang Terpukul Parah!
HSG turun 1,05% akibat kekhawatiran kebijakan tarif AS.(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada Kamis sore, turun 86,97 poin atau 1,05%, dengan indeks ditutup pada posisi 8.235,26.

Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terkait kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat (AS).

IHSG hari inibergerak negatif sepanjang hari, meski dibuka menguat. Pada sesi kedua perdagangan, IHSG masih berada di zona merah hingga penutupan pasar.

Saham-Saham yang Terdampak

Pada sektor yang mengalami penurunan terbesar, saham-saham yang terkait dengan sektor energi, logistik, dan barang konsumen non-primer paling terdampak. Di antara saham-saham yang melemah terbesar hari ini adalah INDS, SKBM, ARKO, BUVA, dan KONI.

Sementara itu, sejumlah saham yang menunjukkan kenaikan adalah MSKY, JAYA, DIVA, IFSH, dan STAR, meskipun secara keseluruhan pasar masih dipenuhi kekhawatiran.

Faktor Eksternal: Kebijakan Tarif AS

Sentimen negatif datang dari pengumuman kebijakan tarif baru oleh Departemen Perdagangan AS terhadap negara-negara produsen panel surya, termasuk Indonesia.

AS memutuskan untuk mengenakan tarif impor tinggi terhadap produk sel dan panel surya dari Indonesia, yang berdampak langsung pada emiten-emiten di sektor energi dan logistik. Tarif yang dikenakan pada Indonesia adalah sebesar 104,38%, sementara perusahaan-perusahaan lokal seperti PT Blue Sky Solar dan PT REC Solar Energy masing-masing dikenakan tarif individual yang jauh lebih tinggi.

Tanggapan dari Analis Pasar

Menurut analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, kebijakan tarif tersebut menambah ketidakpastian yang sudah ada, memperburuk mood investor di pasar saham domestik.

"Meskipun IHSG sempat menguat, kebijakan tarif AS ini telah memicu koreksi," ujarnya.

Perdagangan Saham: Posisi dan Volume

Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 54,17 miliar lembar saham dengan total transaksi mencapai Rp28,08 triliun. Sebanyak 157 saham tercatat naik, sementara 594 saham turun.

Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik mencatatkan penurunan terbesar dengan minus 2,60%, diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer dan barang baku yang masing-masing turun 1,98% dan 1,74%.

Outlook Pasar

Meskipun IHSG mengalami penurunan, beberapa analis masih melihat potensi bagi saham-saham tertentu untuk bertahan atau bahkan naik. Berdasarkan sektor-sektor yang lebih kuat, seperti energi dan logistik, investor mungkin melihat peluang di area retracement harga.(Emtrade/Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya