Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

IHSG Sore ini 26 Februari 2026 Ditutup Loyo akibat Tarif Impor AS

Media Indonesia
26/2/2026 17:14
IHSG Sore ini 26 Februari 2026 Ditutup Loyo akibat Tarif Impor AS
Pengunjung melihat di depan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Sentimen negatif dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan proteksionisme Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan tarif impor tinggi terhadap sejumlah produk strategis asal Indonesia.

IHSG berakhir di zona merah dengan koreksi sebesar 86,97 poin atau 1,05 persen ke posisi 8.235,26. Pelemahan ini juga diikuti oleh indeks LQ45 yang turun 5,18 poin atau 0,61 persen ke level 837,89.

Dampak Tarif Panel Surya dan Sel Surya AS

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengungkapkan bahwa koreksi tajam ini merupakan reaksi langsung terhadap kebijakan Departemen Perdagangan AS. Washington secara resmi memberlakukan tarif atas sel dan panel surya yang diimpor dari India, Indonesia, dan Laos.

AS menetapkan tarif sebesar 104,38 persen untuk impor produk sel dan panel surya dari Indonesia. Langkah ini diambil karena industri panel surya di ketiga negara tersebut dianggap mendapatkan subsidi yang tidak adil oleh pemerintah setempat.

Secara spesifik, beberapa perusahaan Indonesia terkena dampak tarif individu yang sangat tinggi:

  • PT Blue Sky Solar: Dikenakan tarif 143,3 persen.
  • PT REC Solar Energy: Dikenakan tarif 85,99 persen.

Penyelidikan Pasal 301 Terhadap Sektor Perikanan

Selain isu panel surya, tekanan terhadap pasar modal Indonesia juga datang dari rencana Perwakilan Perdagangan AS (USTR) untuk membuka penyelidikan Pasal 301 (Section 301). Penyelidikan ini menyasar praktik perdagangan Indonesia di sektor perikanan, terutama terkait kapasitas industri dan subsidi.

Hasil temuan penyelidikan nantinya akan dibandingkan dengan langkah-langkah yang diambil Indonesia dalam memenuhi komitmen global. USTR kemudian akan membuat keputusan mengenai jenis tarif tambahan apa yang harus diterapkan. AS juga berencana menaikkan tarif bagi sejumlah negara mitra dari level 10 persen menjadi 15 persen atau lebih tinggi.

Analisis Sektoral: Transportasi dan Logistik Terkoreksi Paling Dalam

Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh atau sebelas sektor kompak berakhir di zona merah. Sektor transportasi & logistik memimpin pelemahan dengan penurunan sedalam 2,60 persen.

Posisi ini diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer dan sektor barang baku yang masing-masing melemah 1,98 persen dan 1,74 persen. Di sisi lain, saham-saham yang masih mencatatkan penguatan terbesar (top gainers) antara lain MSKY, JAYA, DIVA, IFSH, dan STAR.

Data perdagangan mencatat frekuensi transaksi sebanyak 3.102.000 kali dengan volume 54,17 miliar lembar saham senilai Rp28,08 triliun. Sebanyak 594 saham mengalami penurunan harga, 157 saham naik, dan 207 saham lainnya tidak bergerak nilainya.

Pergerakan Bursa Regional Asia:
  • Indeks Nikkei (Jepang): Menguat 0,41% ke 58.821,50
  • Indeks Hang Seng (Hong Kong): Melemah 1,44% ke 26.381,02
  • Indeks Shanghai (Tiongkok): Melemah 0,01% ke 4.146,63
  • Indeks Strait Times (Singapura): Melemah 0,87% ke 4.964,38
  • Indeks Kuala Lumpur (Malaysia): Melemah 0,39% ke 1.740,94

Koreksi IHSG hari ini mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap isu perdagangan internasional, terutama yang melibatkan mitra dagang utama seperti Amerika Serikat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya