Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Jumat (20/2) sore berakhir di zona merah. Pelemahan ini terjadi seiring dengan meningkatnya risiko ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran investor global.
IHSG ditutup melemah tipis 2,31 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.271,77. Sebaliknya, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 justru menguat 0,99 poin atau 0,12 persen ke posisi 835,28.
“Jelang akhir pekan, IHSG berada di zona melemah seiring dengan dominasi sentimen eksternal," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Di kancah mancanegara, mayoritas bursa kawasan Asia melemah akibat peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Pelaku pasar mencermati risiko geopolitik setelah Presiden AS menetapkan tenggat waktu 10-15 hari terkait pembicaraan kesepakatan nuklir Iran.
Nico menyebutkan bahwa langkah tersebut dinilai sebagai upaya tekanan diplomatik yang signifikan. Apalagi, AS dilaporkan telah mengerahkan kekuatan militer terbesar di kawasan tersebut sejak tahun 2003, yang meningkatkan prospek operasi militer lebih luas.
Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pada Selat Hormuz, koridor vital bagi distribusi minyak mentah dunia. Iran sendiri telah mengisyaratkan potensi pembalasan terhadap pangkalan militer AS jika terjadi serangan, yang menambah ketidakpastian di pasar komoditas dan ekuitas.
Dari sisi domestik, terdapat kabar mengenai perkembangan kerja sama perdagangan. Pemerintah Indonesia dan AS resmi menandatangani draft kesepakatan tarif AS sebesar 19 persen. Kesepakatan ini diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia bersama Perwakilan Dagang AS.
Meskipun draft ini memberikan angin segar dan kepastian bagi pelaku usaha serta investor, pasar masih bersikap wait and see karena belum adanya jadwal resmi kapan kebijakan tarif tersebut mulai diimplementasikan.
Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, pergerakan sektor hari ini bervariasi:
| Sektor Menguat | Persentase | Sektor Terkoreksi | Persentase |
|---|---|---|---|
| Keuangan | +1,27% | Konsumen Primer | -1,43% |
| Infrastruktur | +0,84% | Properti | -1,03% |
| Industri | +0,58% | Transportasi | -1,00% |
Adapun saham-saham top gainers hari ini meliputi ZATA, AGII, BELL, JAST, dan NOBU. Sebaliknya, saham-saham yang mencatatkan pelemahan terdalam (top losers) adalah INDS, PART, BRRC, ASHA, dan RMKO.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.904.782 kali transaksi dengan volume saham mencapai 45,81 miliar lembar senilai Rp20,36 triliun. Secara keseluruhan, 267 saham menguat, 381 saham menurun, dan 171 saham stagnan.
Di tingkat regional, indeks Nikkei jatuh 1,12 persen ke 56.825,70, Hang Seng merosot 1,10 persen ke 26.413,35, sedangkan Strait Times menguat tipis 0,32 persen. Sementara itu, bursa Shanghai China masih ditutup dalam rangka libur Hari Raya Imlek 2577 Kongzili. (Ant/I-2)
IHSG ditutup menguat tipis ke 8.235 pada Jumat (27/2). Simak analisis sentimen fiskal S&P, rebalancing MSCI, dan jadwal data ekonomi penting pekan depan.
IHSG hari ini ditutup melemah 1,05% ke level 8.235,26. Pelaku pasar khawatir atas tarif impor panel surya dan penyelidikan sektor perikanan oleh Amerika Serikat.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,44% ke level 8.274,08. Sektor teknologi anjlok paling dalam saat BI tahan suku bunga di 4,75%. Cek detail pasarnya di sini.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,31% akibat profit taking jelang libur Imlek. Simak analisis pasar terkait outlook Moody's dan agenda ekonomi Presiden Prabowo.
IHSG hari ini, 8 Januari 2026, gagal bertahan di level psikologis 9.000 dan ditutup melemah. Sektor bahan baku dan teknologi jadi pemberat utama.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved