Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

IHSG Sore ini Ditutup Melemah akibat Aksi Ambil Untung Jelang Imlek

Media Indonesia
12/2/2026 17:41
IHSG Sore ini Ditutup Melemah akibat Aksi Ambil Untung Jelang Imlek
Pengunjung melihat di depan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (12/2/2026) sore ditutup ke zona merah. Pelemahan ini dipicu oleh aksi profit taking atau ambil untung oleh para pelaku pasar menjelang periode libur panjang (long weekend) Tahun Baru Imlek 2026.

IHSG dan LQ45 Kompak Melemah

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup melemah 25,62 poin atau 0,31 persen ke posisi 8.265,35. Senada dengan indeks acuan, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga mengalami koreksi sebesar 2,54 poin atau 0,30 persen ke posisi 839,40.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa koreksi ini merupakan hal yang wajar setelah pasar mengalami reli kenaikan selama tiga hari berturut-turut. "IHSG ditutup melemah didorong oleh aksi ambil untung menjelang long weekend. Investor saat ini cenderung menerapkan strategi trading jangka pendek di tengah ketidakpastian pasar," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta.

Sentimen Domestik: Outlook Moody's dan Agenda Presiden Prabowo

Kondisi pasar modal dalam negeri juga tengah mencermati respon pemerintah terhadap keputusan lembaga pemeringkat internasional, Moody's Ratings. Baru-baru ini, Moody's menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari 'Stabil' menjadi 'Negatif'.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyelenggarakan sarasehan ekonomi pada Jumat (13/2/2026). Pertemuan ini bertujuan memberikan penjelasan komprehensif mengenai ketahanan ekonomi nasional serta langkah strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika global.

Pengaruh Data Inflasi Amerika Serikat

Dari sisi global, pelaku pasar masih bersikap wait and see menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) periode Januari 2026. Konsensus pasar memprediksi inflasi AS akan melambat menjadi 2,5 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan Desember 2025 yang berada di angka 2,7 persen (yoy).

Data inflasi ini menjadi indikator krusial bagi investor untuk memprediksi arah kebijakan moneter The Fed, terutama setelah data non-farm payrolls AS tercatat lebih kuat dari perkiraan semula.

Performa Sektoral dan Saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, mayoritas sektor terkoreksi. Sektor kesehatan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,21 persen. Namun, beberapa sektor masih mampu bertahan di zona hijau, dipimpin oleh sektor barang baku yang naik 1,42 persen.

Statistik Perdagangan Kamis, 12 Februari 2026

Indikator Catatan
Volume Perdagangan 43,26 Miliar Lembar Saham
Nilai Transaksi Rp23,84 Triliun
Frekuensi 3.024.785 Kali Transaksi
Pergerakan Saham 294 Naik, 384 Turun, 144 Stagnan

Top Gainers & Losers

Beberapa saham yang mencatatkan penguatan signifikan (top gainers) antara lain LAPD, ZATA, INDS, CSMI, dan ESTI. Sebaliknya, jajaran saham yang mengalami tekanan jual terbesar (top losers) meliputi HILL, PACK, SPRE, TRIN, dan KPIG.

Kondisi Bursa Regional Asia

Pelemahan IHSG sejalan dengan variasi pergerakan bursa saham di kawasan Asia sore ini:

  • Indeks Nikkei (Jepang): Melemah 0,02% ke 57.639,80.
  • Indeks Hang Seng (Hong Kong): Melemah 0,86% ke 27.032,53.
  • Indeks Shanghai (Tiongkok): Menguat 0,05% ke 4.134,02.
  • Indeks Straits Times (Singapura): Menguat 0,65% ke 5.016,75. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya