Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

IHSG Sore ini Tutup Menguat Tipis, Investor Pantau Data Inflasi

Media Indonesia
27/2/2026 17:43
IHSG Sore ini Tutup Menguat Tipis, Investor Pantau Data Inflasi
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (27/2/2026) sore ditutup menguat tipis. Pergerakan ini terjadi di tengah sikap pelaku pasar yang cenderung wait and see terhadap rilis data-data ekonomi domestik maupun mancanegara pada pekan depan.

IHSG ditutup menguat 0,23 poin atau 0,00 persen ke posisi 8.235,49. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 justru mengalami penurunan sebesar 3,53 poin atau 0,42 persen ke posisi 834,36.

Analisis Sentimen Pasar

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta menyebutkan bahwa pasar saat ini sedang menantikan sejumlah data indikator ekonomi penting. Sebelum berhasil berbalik ke zona hijau menjelang penutupan, IHSG sebenarnya bergerak melemah hampir sepanjang perdagangan.

Pelemahan tersebut dipicu oleh beberapa sentimen negatif, di antaranya:

  • Ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).
  • Peringatan dari S&P Global Ratings mengenai meningkatnya tekanan fiskal di Indonesia.
  • Aksi rebalancing indeks MSCI pada akhir bulan.

Agenda Ekonomi Pekan Depan yang Dipantau Investor

Memasuki pekan depan, terdapat sejumlah rilis data makro yang akan menjadi motor penggerak pasar:

  1. Senin (2/3): Rilis data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, Neraca Perdagangan Januari 2026, serta angka Inflasi Februari 2026.
  2. Jumat (6/3): Data Cadangan Devisa Indonesia periode Februari 2026.
  3. Global & AS: Pelaku pasar menantikan data Nonfarm Payrolls (NFP), tingkat pengangguran (unemployment rate), Retail Sales AS, serta data manufaktur Tiongkok dan inflasi Euro Area.

Performa Sektoral dan Saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor tercatat menguat. Sektor industri memimpin penguatan sebesar 4,41 persen, diikuti sektor barang konsumen non-primer (3,42 persen), dan sektor barang baku (1,84 persen).

Sementara itu, empat sektor terkoreksi dengan sektor keuangan turun paling dalam sebesar 0,71 persen, disusul sektor infrastruktur (0,42 persen), serta sektor transportasi & logistik (0,31 persen).

Top Gainers & Losers:
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar (Top Gainers) antara lain: BNBR, MSIN, WMUU, DNAR, dan GRPH. Sedangkan saham yang melemah (Top Losers) adalah: JAYA, BIPP, KOTA, MSKY, dan DIVA.

Statistik Perdagangan dan Regional

Frekuensi perdagangan saham hari ini tercatat sebanyak 2.526.942 kali transaksi dengan volume mencapai 47,64 miliar lembar saham senilai Rp38,24 triliun. Tercatat 341 saham naik, 315 saham menurun, dan 163 saham tidak bergerak nilainya.

Kondisi IHSG beriringan dengan bursa regional Asia yang mayoritas menghijau:

  • Indeks Nikkei menguat 0,36 persen ke 58.967,00.
  • Indeks Hang Seng menguat 0,95 persen ke 26.630,54.
  • Indeks Shanghai menguat 0,39 persen ke 4.162,88.
  • Indeks Strait Times menguat 0,62 persen ke 4.995,07. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya