Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (27/2/2026) sore ditutup menguat tipis. Pergerakan ini terjadi di tengah sikap pelaku pasar yang cenderung wait and see terhadap rilis data-data ekonomi domestik maupun mancanegara pada pekan depan.
IHSG ditutup menguat 0,23 poin atau 0,00 persen ke posisi 8.235,49. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 justru mengalami penurunan sebesar 3,53 poin atau 0,42 persen ke posisi 834,36.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta menyebutkan bahwa pasar saat ini sedang menantikan sejumlah data indikator ekonomi penting. Sebelum berhasil berbalik ke zona hijau menjelang penutupan, IHSG sebenarnya bergerak melemah hampir sepanjang perdagangan.
Pelemahan tersebut dipicu oleh beberapa sentimen negatif, di antaranya:
Memasuki pekan depan, terdapat sejumlah rilis data makro yang akan menjadi motor penggerak pasar:
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor tercatat menguat. Sektor industri memimpin penguatan sebesar 4,41 persen, diikuti sektor barang konsumen non-primer (3,42 persen), dan sektor barang baku (1,84 persen).
Sementara itu, empat sektor terkoreksi dengan sektor keuangan turun paling dalam sebesar 0,71 persen, disusul sektor infrastruktur (0,42 persen), serta sektor transportasi & logistik (0,31 persen).
Frekuensi perdagangan saham hari ini tercatat sebanyak 2.526.942 kali transaksi dengan volume mencapai 47,64 miliar lembar saham senilai Rp38,24 triliun. Tercatat 341 saham naik, 315 saham menurun, dan 163 saham tidak bergerak nilainya.
Kondisi IHSG beriringan dengan bursa regional Asia yang mayoritas menghijau:
IHSG turun 1,05% akibat kekhawatiran kebijakan tarif AS. Temukan saham-saham yang paling terpengaruh dalam penurunan ini.
IHSG hari ini ditutup melemah 1,05% ke level 8.235,26. Pelaku pasar khawatir atas tarif impor panel surya dan penyelidikan sektor perikanan oleh Amerika Serikat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan.
IHSG hari ini ditutup melemah 1,05% ke level 8.235,26. Pelaku pasar khawatir atas tarif impor panel surya dan penyelidikan sektor perikanan oleh Amerika Serikat.
IHSG hari ini (20/2/2026) ditutup melemah di posisi 8.271,77. Simak analisis dampak ketegangan AS-Iran di Timur Tengah terhadap pasar modal Indonesia.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,44% ke level 8.274,08. Sektor teknologi anjlok paling dalam saat BI tahan suku bunga di 4,75%. Cek detail pasarnya di sini.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,31% akibat profit taking jelang libur Imlek. Simak analisis pasar terkait outlook Moody's dan agenda ekonomi Presiden Prabowo.
IHSG hari ini, 8 Januari 2026, gagal bertahan di level psikologis 9.000 dan ditutup melemah. Sektor bahan baku dan teknologi jadi pemberat utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved