Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses mempertahankan tren positif pada penutupan perdagangan Rabu (7/1) sore. Indeks komposit parkir di zona hijau, terdongkrak oleh sentimen global terkait ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang kian menguat.
IHSG hari ini ditutup terapresiasi 11,19 poin atau setara 0,13 persen ke level 8.944,80. Penguatan ini juga diikuti oleh kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang melaju lebih kencang, naik 6,26 poin (0,72%) ke posisi 871,32.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pasar merespons positif data ekonomi AS yang melandai, yang dipercaya akan memuluskan jalan bagi Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga acuan pada 2026.
"Pasar menangkap sinyal kuat pelonggaran moneter The Fed tahun ini. Pelemahan data Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa AS dari 52,9 menjadi 52,5 justru menjadi kabar baik bagi pasar ekuitas karena memperbesar peluang pivot kebijakan," ujar Nico dilansir dari Antara, Rabu (7/1).
Tak hanya dari AS, sentimen positif juga berembus dari Asia. Bank Sentral Tiongkok (PBoC) memberikan isyarat pemangkasan suku bunga dan pelonggaran rasio cadangan wajib (RRR). Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas likuiditas dan memacu pertumbuhan ekonomi raksasa Asia tersebut, yang pada gilirannya memberikan efek tular positif ke pasar emerging market seperti Indonesia.
Secara teknikal, IHSG tampil perkasa sejak sesi pembukaan dan konsisten bertahan di teritori positif hingga lonceng penutupan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor Perindustrian menjadi primadona dengan lonjakan 2,23%, disusul sektor Barang Konsumen Non-Primer (1,62%) dan Barang Baku (0,92%).
Sebaliknya, sektor Transportasi & Logistik menjadi pemberat indeks dengan koreksi terdalam 1,03 persen, diikuti sektor Barang Konsumen Primer (-0,64%) dan Teknologi (-0,32%).
Aktivitas perdagangan hari ini tergolong sangat ramai dengan nilai transaksi menembus Rp36,87 triliun. Volume perdagangan tercatat mencapai 70,56 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 4,5 juta kali. Sebanyak 344 saham menguat, 362 saham melemah, dan 104 saham stagnan.
Deretan saham top gainers hari ini antara lain OPMS, OASA, INPC, MHKI, dan KPIG. Sementara itu, tekanan jual melanda saham GSMF, COIN, NRCA, PADA, dan DOOH yang harus puas menjadi top losers.
Kinerja IHSG ini terbilang impresif di tengah bursa Asia yang variatif. Indeks Nikkei (Jepang) anjlok 1,04 persen dan Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi 0,94%. Namun, IHSG bergerak seirama dengan Shanghai (Tiongkok) yang naik tipis 0,05% dan Straits Times (Singapura) yang menguat 0,13%. (Ant/Z-10)
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Analis ingatkan risiko IHSG tertekan konflik Timur Tengah. Cek prediksi level support, dampak harga minyak, dan strategi investasi sektor komoditas terbaru.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
IHSG hari ini (23/2/2026) melonjak 1,50% ke level 8.396,08. Simak analisis dampak pembatalan tarif Donald Trump oleh MA AS terhadap pasar modal Indonesia.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved