Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses mempertahankan tren positif pada penutupan perdagangan Rabu (7/1) sore. Indeks komposit parkir di zona hijau, terdongkrak oleh sentimen global terkait ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang kian menguat.
IHSG hari ini ditutup terapresiasi 11,19 poin atau setara 0,13 persen ke level 8.944,80. Penguatan ini juga diikuti oleh kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang melaju lebih kencang, naik 6,26 poin (0,72%) ke posisi 871,32.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pasar merespons positif data ekonomi AS yang melandai, yang dipercaya akan memuluskan jalan bagi Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga acuan pada 2026.
"Pasar menangkap sinyal kuat pelonggaran moneter The Fed tahun ini. Pelemahan data Purchasing Managers' Index (PMI) Jasa AS dari 52,9 menjadi 52,5 justru menjadi kabar baik bagi pasar ekuitas karena memperbesar peluang pivot kebijakan," ujar Nico dilansir dari Antara, Rabu (7/1).
Tak hanya dari AS, sentimen positif juga berembus dari Asia. Bank Sentral Tiongkok (PBoC) memberikan isyarat pemangkasan suku bunga dan pelonggaran rasio cadangan wajib (RRR). Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas likuiditas dan memacu pertumbuhan ekonomi raksasa Asia tersebut, yang pada gilirannya memberikan efek tular positif ke pasar emerging market seperti Indonesia.
Secara teknikal, IHSG tampil perkasa sejak sesi pembukaan dan konsisten bertahan di teritori positif hingga lonceng penutupan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor Perindustrian menjadi primadona dengan lonjakan 2,23%, disusul sektor Barang Konsumen Non-Primer (1,62%) dan Barang Baku (0,92%).
Sebaliknya, sektor Transportasi & Logistik menjadi pemberat indeks dengan koreksi terdalam 1,03 persen, diikuti sektor Barang Konsumen Primer (-0,64%) dan Teknologi (-0,32%).
Aktivitas perdagangan hari ini tergolong sangat ramai dengan nilai transaksi menembus Rp36,87 triliun. Volume perdagangan tercatat mencapai 70,56 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 4,5 juta kali. Sebanyak 344 saham menguat, 362 saham melemah, dan 104 saham stagnan.
Deretan saham top gainers hari ini antara lain OPMS, OASA, INPC, MHKI, dan KPIG. Sementara itu, tekanan jual melanda saham GSMF, COIN, NRCA, PADA, dan DOOH yang harus puas menjadi top losers.
Kinerja IHSG ini terbilang impresif di tengah bursa Asia yang variatif. Indeks Nikkei (Jepang) anjlok 1,04 persen dan Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi 0,94%. Namun, IHSG bergerak seirama dengan Shanghai (Tiongkok) yang naik tipis 0,05% dan Straits Times (Singapura) yang menguat 0,13%. (Ant/Z-10)
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa 17 Maret 2026.
IHSG dibuka menguat tajam 1,57% ke level 7.132 pada perdagangan Selasa (17/3). Tercatat 646 saham menguat dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun.
IHSG ditutup anjlok 1,61% ke level 7.022 pada Senin (16/3/2026). Investor khawatir defisit fiskal melebar di atas 3% akibat tensi geopolitik & harga minyak.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (16/3), dibuka di zona merah.
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved