Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Pasar Saham Dibayangi Sentimen Risk Off Imbas Perang Iran vs AS

Ihfa Firdausya
02/3/2026 10:50
Pasar Saham Dibayangi Sentimen Risk Off Imbas Perang Iran vs AS
ilustrasi(Antara)

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan awal pekan ini pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.

"Tekanan jual berpotensi mendorong koreksi dan memicu arus keluar asing dari pasar saham dan SBN Indonesia, disertai pelemahan rupiah," kata Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto dalam keterangan yang diterima, Senin (2/3).

Dalam kondisi seperti ini, katanya, BI kemungkinan mengintensifkan intervensi di pasar valas (spot, DNDF) serta di pasar SBN untuk meredam volatilitas berlebihan pada rupiah dan yield.

Rully menyebut eskalasi konflik Timur Tengah meningkatkan risiko lonjakan harga minyak dan meruncingnya persepsi risiko global. Hal itu mendorong pergeseran alokasi ke aset safe haven seperti dolar AS dan emas.

"Bagi Indonesia, kanal utama yang perlu diwaspadai adalah imported inflation dan tekanan subsidi akibat kenaikan harga energi, potensi pelebaran defisit transaksi berjalan, serta arus keluar portofolio yang menekan nilai tukar," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengimbau investor tetap rasional.

"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing masing investor," kata Jeffrey dalam keterangannya, Senin (2/3). 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya