Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Mirae Asset Sekuritas memperkirakan awal pekan ini pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
"Tekanan jual berpotensi mendorong koreksi dan memicu arus keluar asing dari pasar saham dan SBN Indonesia, disertai pelemahan rupiah," kata Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto dalam keterangan yang diterima, Senin (2/3).
Dalam kondisi seperti ini, katanya, BI kemungkinan mengintensifkan intervensi di pasar valas (spot, DNDF) serta di pasar SBN untuk meredam volatilitas berlebihan pada rupiah dan yield.
Rully menyebut eskalasi konflik Timur Tengah meningkatkan risiko lonjakan harga minyak dan meruncingnya persepsi risiko global. Hal itu mendorong pergeseran alokasi ke aset safe haven seperti dolar AS dan emas.
"Bagi Indonesia, kanal utama yang perlu diwaspadai adalah imported inflation dan tekanan subsidi akibat kenaikan harga energi, potensi pelebaran defisit transaksi berjalan, serta arus keluar portofolio yang menekan nilai tukar," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengimbau investor tetap rasional.
"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing masing investor," kata Jeffrey dalam keterangannya, Senin (2/3).
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Analis ingatkan risiko IHSG tertekan konflik Timur Tengah. Cek prediksi level support, dampak harga minyak, dan strategi investasi sektor komoditas terbaru.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan petinggi perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Dalam pertemuan itu Indonesia memperkuat sistem investasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved