Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional dan mengutamakan analisis fundamental dalam mengambil keputusan investasi di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Imbauan tersebut disampaikan menyusul eskalasi konflik antara Iran vs AS-Israel yang turut memicu pelemahan bursa saham di kawasan Asia, termasuk Indonesia, pada perdagangan Senin (2/3).
"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental," ujar Jeffrey di Jakarta, Senin.
Ia juga menekankan pentingnya bagi investor untuk menyesuaikan strategi investasi dengan tingkat toleransi risiko masing-masing.
"Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing masing investor," ujarnya.
Pada perdagangan Senin pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 23,95 poin atau 0,29% ke posisi 8.211,31. Pelemahan serupa juga terjadi di bursa saham negara-negara Asia. Bahkan, Bursa Kuwait sempat menghentikan perdagangan, sementara Uni Emirat Arab menutup pasar sahamnya pada 2-3 Maret.
Konflik di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar terhadap sejumlah target strategis di Iran, termasuk fasilitas militer dan lokasi yang diduga terkait program rudal serta nuklir Teheran dalam operasi yang disebut Operation Epic Fury.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke sejumlah negara yang menjadi basis pasukan AS atau sekutunya di kawasan Teluk, seperti Bahrain, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab.
Eskalasi tersebut turut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, yang menjadi rute vital bagi sekitar 20–25 persen pasokan minyak mentah dan LNG dunia setiap hari.
Gangguan terhadap Selat Hormuz berpotensi mengguncang pasar energi global, memengaruhi harga minyak, rantai pasok energi, hingga meningkatkan biaya asuransi pengiriman secara signifikan. (E-3)
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
PT Pintu Kemana Saja (Pintu) mencatat peningkatan volume perdagangan per pengguna sebesar 45% pada Februari 2026.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global membuat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) segmen menengah atau mid-market melambat sepanjang 2025.
Platform investasi aset kripto Pintu meluncurkan program eksklusif Pintu VIP bagi pengguna dengan aktivitas perdagangan dalam volume besar.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kunjungan OJK dan Bareskrim ke kantor perusahaan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar menyoroti revisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings.
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved