Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional dan mengutamakan analisis fundamental dalam mengambil keputusan investasi di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Imbauan tersebut disampaikan menyusul eskalasi konflik antara Iran vs AS-Israel yang turut memicu pelemahan bursa saham di kawasan Asia, termasuk Indonesia, pada perdagangan Senin (2/3).
"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental," ujar Jeffrey di Jakarta, Senin.
Ia juga menekankan pentingnya bagi investor untuk menyesuaikan strategi investasi dengan tingkat toleransi risiko masing-masing.
"Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing masing investor," ujarnya.
Pada perdagangan Senin pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 23,95 poin atau 0,29% ke posisi 8.211,31. Pelemahan serupa juga terjadi di bursa saham negara-negara Asia. Bahkan, Bursa Kuwait sempat menghentikan perdagangan, sementara Uni Emirat Arab menutup pasar sahamnya pada 2-3 Maret.
Konflik di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar terhadap sejumlah target strategis di Iran, termasuk fasilitas militer dan lokasi yang diduga terkait program rudal serta nuklir Teheran dalam operasi yang disebut Operation Epic Fury.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke sejumlah negara yang menjadi basis pasukan AS atau sekutunya di kawasan Teluk, seperti Bahrain, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab.
Eskalasi tersebut turut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, yang menjadi rute vital bagi sekitar 20–25 persen pasokan minyak mentah dan LNG dunia setiap hari.
Gangguan terhadap Selat Hormuz berpotensi mengguncang pasar energi global, memengaruhi harga minyak, rantai pasok energi, hingga meningkatkan biaya asuransi pengiriman secara signifikan. (E-3)
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
IHSG hari ini (23/2/2026) melonjak 1,50% ke level 8.396,08. Simak analisis dampak pembatalan tarif Donald Trump oleh MA AS terhadap pasar modal Indonesia.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
IHSG hari ini (20/2/2026) ditutup melemah di posisi 8.271,77. Simak analisis dampak ketegangan AS-Iran di Timur Tengah terhadap pasar modal Indonesia.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan petinggi perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Dalam pertemuan itu Indonesia memperkuat sistem investasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved