Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

IHSG Ditutup Menguat Tajam, Efek MA AS Batalkan Tarif Trump

Media Indonesia
23/2/2026 16:54
IHSG Ditutup Menguat Tajam, Efek MA AS Batalkan Tarif Trump
Pengunjung melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (23/2/2026) sore ditutup menguat tajam. Kenaikan ini dipicu oleh optimisme pelaku pasar terhadap membaiknya iklim perdagangan global setelah Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) membatalkan kebijakan tarif perdagangan dari Presiden AS Donald Trump.

IHSG ditutup menguat 124,31 poin atau 1,50 persen ke posisi 8.396,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,48 poin atau 1,49 persen ke posisi 847,76.

Analisis Global: Dampak Putusan MA Amerika Serikat

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, dalam kajiannya di Jakarta menjelaskan bahwa pasar merespons positif pascakeputusan MA AS tersebut.

"Keputusan MA tersebut tentunya akan memberikan sebuah harapan dan perbaikan iklim perdagangan global," ujar Nico.

Nico menjelaskan, keputusan MA AS yang membatalkan kebijakan tarif dan menggantinya dengan tarif 10 persen akan menjadi perkembangan penting bagi dunia usaha. Namun, pelaku pasar tetap mencermati rencana lanjutan Trump yang berencana menaikkan tarif global dari 10 persen menjadi 15 persen.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran bahwa perjanjian perdagangan antara AS dan para mitranya dapat berantakan. "Alhasil, pelaku pasar tampaknya masih wait and see melihat perkembangan dinamika kebijakan di AS terkait penerapan tarif ini," tambahnya.

Respons Pemerintah Indonesia

Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menghormati proses politik dalam negeri AS. Pernyataan ini memberikan sinyal bahwa Indonesia bersiap menghadapi segala kemungkinan penyesuaian tarif perdagangan internasional.

Optimisme pasar domestik juga didorong oleh harapan bahwa pergeseran ke arah bea masuk keseluruhan yang lebih rendah di AS dapat memberikan dorongan bagi kinerja ekspor Indonesia dalam jangka pendek.

Statistik Sektoral dan Saham Top Gainers

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor menguat pada perdagangan hari ini. Berikut rincian sektor dengan penguatan tertinggi:

Sektor Saham Persentase Kenaikan
Barang Baku 3,20%
Transportasi & Logistik 2,34%
Energi 1,67%

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar (Top Gainers) yaitu DIVA, YELO, MEGA, SKBM, dan PADI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar (Top Losers) yakni INDS, HILL, SOTS, AKKU, dan INTA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.987.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,68 miliar lembar saham senilai Rp24,10 triliun. Sebanyak 484 saham naik, 227 saham menurun, dan 247 tidak bergerak nilainya.

Kondisi Bursa Saham Asia

Berbeda dengan IHSG, bursa saham regional Asia bergerak variatif sore ini:

  • Indeks Nikkei (Jepang): Melemah 1,12% ke 56.825,60
  • Indeks Shanghai (Tiongkok): Menguat 1,26% ke 4.082,07
  • Indeks Hang Seng (Hong Kong): Menguat 2,53% ke 27.081,91
  • Indeks Straits Times (Singapura): Menguat 0,29% ke 5.032,07 (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya