Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

IHSG 8 Januari 2026 Ditutup Koreksi Wajar ke 8.925, Sektor Barang Baku Tertekan

 Gana Buana
08/1/2026 17:03
IHSG 8 Januari 2026 Ditutup Koreksi Wajar ke 8.925, Sektor Barang Baku Tertekan
IHSG ditutup melemah wajar diwarnai aksi profit taking investor.(Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Indeks komposit terkoreksi seiring masifnya aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan pelaku pasar setelah reli kenaikan yang cukup panjang pada awal tahun ini.

Berdasarkan data penutupan perdagangan, IHSG hari ini melemah 19,33 poin atau setara 0,22 persen ke posisi 8.925,46. Tren serupa juga dialami oleh kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang turun 3,70 poin (0,43%) ke level 867,62.

Analisis Pasar: Koreksi Sehat

Analis Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menilai penurunan hari ini masih dalam batas wajar. Menurutnya, pelaku pasar memanfaatkan momentum kenaikan harga sebelumnya untuk merealisasikan keuntungan.

“Pelemahan IHSG dipicu aksi profit taking setelah reli di saham-saham yang sebelumnya naik cukup cepat. Koreksi hari ini cenderung koreksi sehat ketimbang perubahan tren besar,” ujar Reydi dilansir dari Antara, Kamis (8/1).

Selain faktor teknikal, sentimen domestik turut mewarnai pergerakan indeks. Pasar merespons pengumuman realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, serta menanti arah kebijakan suku bunga acuan dan rilis data inflasi terbaru.

Ringkasan Data Perdagangan

Meskipun dibuka di zona hijau pada sesi pertama, IHSG berbalik arah pada sesi kedua hingga penutupan. Aktivitas perdagangan terpantau sangat ramai dengan nilai transaksi menembus Rp29 triliun.

Indikator Nilai / Jumlah
Level Penutupan IHSG 8.925,46 (-0,22%)
Nilai Transaksi Rp29,03 Triliun
Volume Perdagangan 55,13 Miliar Lembar
Frekuensi 3.844.260 Kali
Saham Naik 302
Saham Turun 370
Saham Stagnan 138

Kinerja Sektoral dan Saham Pilihan

Secara sektoral, terjadi divergensi yang cukup tajam. Sektor Transportasi & Logistik menjadi penopang indeks dengan kenaikan 1,67 persen, sementara sektor Barang Baku menjadi pemberat utama dengan kejatuhan 2,93 persen.

Sektor Penguat (Top Gainers) Perubahan Sektor Pelemahan (Top Losers) Perubahan
Transportasi & Logistik +1,67% Barang Baku -2,93%
Infrastruktur +1,38% Teknologi -0,62%
Properti +1,09% Keuangan -0,61%

Adapun saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar (Top Gainers) antara lain SMLE, KOCI, RLCO, KIJA, dan PBSA. Sebaliknya, saham yang mengalami tekanan jual terdalam (Top Losers) adalah MHKI, TRIN, OPMS, INPC, dan NRCA.

Bursa Regional Asia Memerah

Sentimen negatif tampaknya merata di kawasan Asia. Mayoritas bursa saham utama di Asia menutup perdagangan sore ini di zona merah, dengan indeks Nikkei Jepang memimpin pelemahan.

Indeks Negara Level Perubahan
Nikkei 225 Jepang 51.117,30 -1,63%
Hang Seng Hong Kong 26.149,31 -1,17%
Shanghai Composite Tiongkok 4.082,97 -0,07%
Straits Times Singapura 4.739,41 -0,17%
 
Sumber: Antara/Data BEI & Bursa Regional (Diolah),/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya