Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

IHSG kian Jeblok Terimbas Krisis Energi dan Harga Minyak Dunia

Media Indonesia
09/3/2026 18:52
IHSG kian Jeblok Terimbas Krisis Energi dan Harga Minyak Dunia
Pengunjung melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026).(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (9/3/2026) sore. Anjloknya indeks dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman inflasi energi global seiring meroketnya harga minyak mentah dunia.

IHSG berakhir merosot 248,32 poin atau 3,27 persen ke posisi 7.337,37. Sementara itu, indeks kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 turut terkoreksi 25,47 poin atau 3,28 persen ke level 750,57.

Dampak Penutupan Selat Hormuz terhadap Harga Minyak

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Rarna Lim, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG terjadi di tengah memanasnya suhu geopolitik dan potensi inflasi global. Penutupan Selat Hormuz di Timur Tengah berdampak signifikan pada rantai pasok energi dunia.

Hingga pukul 17.12 WIB, harga minyak mentah jenis WTI tercatat melonjak 11,86 persen ke level US$101,68 per barel. Sementara itu, minyak Brent melesat 12,77 persen ke posisi US$104,53 per barel. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya perlambatan ekonomi global secara masif.

Info Utama: Para menteri keuangan negara G7 saat ini tengah menjadwalkan pembahasan mengenai kemungkinan pelepasan cadangan minyak darurat secara kolektif untuk meredam gejolak harga pasar.

Sentimen Regional dan Data Makroekonomi

Dari kawasan Asia, inflasi Tiongkok pada Februari 2026 tercatat meningkat 1,3 persen (yoy), melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,8 persen. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak Januari 2023 yang sebagian besar dipicu oleh lonjakan konsumsi selama libur Tahun Baru Imlek.

Di sisi domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Februari 2026 turun ke level 125,2 dari sebelumnya 127 pada Januari. Penurunan ini merefleksikan melemahnya ekspektasi masyarakat terhadap prospek pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan ke depan.

Statistik Perdagangan: 708 Saham Berguguran

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh atau sebelas sektor saham melemah serentak. Sektor barang konsumen nonprimer mencatatkan penurunan terdalam sebesar 5,00 persen diikuti sektor transportasi dan logistik sebesar 4,93 persen serta sektor barang baku 4,42 persen.

  • Top Gainers: RANC, SHID, OILS, BSIM, dan MKAP.
  • Top Losers: BULL, PGAS, GTSI, TRUE, dan BKSL.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.474.203 kali transaksi dengan volume saham mencapai 46,80 miliar lembar senilai Rp23,88 triliun. Sebanyak 708 saham melemah, 68 saham menguat, dan 41 saham stagnan.

Kondisi serupa terjadi di bursa Asia. Indeks Nikkei melemah signifikan 5,20 persen, Shanghai turun 0,67 persen, Hang Seng terkoreksi 1,35 persen, dan Strait Times melemah 1,89 persen. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya