Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
LAJU Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks sempat merosot tajam hingga 4,32% ke level 7.596,57.
Pelemahan ini dipicu oleh dua variabel utama yang saling berkaitan, yakni lonjakan harga minyak dunia akibat penutupan Selat Hormuz dan depresiasi nilai tukar rupiah yang kini mendekati level Rp17.000 per Dolar AS.
Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardanal menjelaskan, meskipun pasar sedang memasuki fase risk-off, sektor energi justru menjadi "oase" bagi para investor. Harga minyak mentah Brent yang kini bertengger di level US$82,53 per barel memberikan sentimen positif bagi emiten berbasis komoditas.
"Secara teknikal, IHSG hari ini sedang menguji zona penopang psikologis penting di rentang 7.500-7.600. Jika ketegangan di Timur Tengah mereda dan rupiah stabil, IHSG berpeluang melakukan rebound bertahap ke kisaran 7.900-8.100 pada akhir Maret. Namun, jika eskalasi konflik meluas, risiko pengujian kembali ke area 7.400 tetap terbuka lebar," jelas Hendra, pada Media Indonesia, Rabu (4/2).
Menueut dia, periode ini merupakan fase konsolidasi dengan volatilitas tinggi. Fokus pada kualitas portofolio lebih penting daripada sekadar mengejar momentum jangka pendek.
Sektor komoditas cenderung lebih defensif ketika inflasi energi meningkat. Berikut beberapa emiten yang layak masuk dalam watchlist Anda menurut Hendra:
| Sub-Sektor | Kode Saham | Sentimen Utama |
|---|---|---|
| Minyak & Gas | MEDC, ENRG, ELSA, APEX | Kenaikan harga minyak Brent dan jasa migas. |
| Batubara | AADI, ADRO, ITMG, PTBA | Permintaan energi alternatif dan dividen yield tinggi. |
Sebaliknya, lanjut Hendram, investor disarankan untuk bersikap hati-hati terhadap sektor yang sensitif terhadap biaya energi dan pelemahan daya beli, antara lain:
Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, kunci keberhasilan adalah disiplin dalam manajemen risiko. Lakukan pendekatan investasi secara bertahap (dollar cost averaging) dan fokuslah pada emiten dengan fundamental kuat serta arus kas yang sehat.
Jangan terjebak dalam kepanikan, namun tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik global yang dinamis. (Z-10)
IHSG mencatat penguatan signifikan sebesar 2,75% ke level 7.302, didorong oleh kombinasi sentimen fiskal domestik yang positif serta masuknya aliran dana asing.
IHSG ditutup menguat tajam 2,75% ke level 7.302 pada Rabu (25/3/2026). Penguatan dipicu optimisme damai AS-Iran lewat proposal 15 poin yang mendorong koreksi harga minyak
IHSG hari ini 25 Maret 2026 bangkit ke level 7.199 usai libur Lebaran. Simak analisis sektor energi yang melesat dan dampak sentimen global AS-Iran.
IHSG menguat pada awal perdagangan usai libur panjang Nyepi dan Lebaran.
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa 17 Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved