Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Selat Hormuz Ditutup! Rekomendasi 8 Saham Energi yang Jadi Safe Haven saat Badai IHSG

 Gana Buana
04/3/2026 14:30
Selat Hormuz Ditutup! Rekomendasi 8 Saham Energi yang Jadi Safe Haven saat Badai IHSG
IHSG anjlok ke 7.500-an imbas konflik Iran! Cek rekomendasi saham energi di sini.(MI/Usman Iskandar)

LAJU Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks sempat merosot tajam hingga 4,32% ke level 7.596,57.

Pelemahan ini dipicu oleh dua variabel utama yang saling berkaitan, yakni lonjakan harga minyak dunia akibat penutupan Selat Hormuz dan depresiasi nilai tukar rupiah yang kini mendekati level Rp17.000 per Dolar AS.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardanal menjelaskan, meskipun pasar sedang memasuki fase risk-off, sektor energi justru menjadi "oase" bagi para investor. Harga minyak mentah Brent yang kini bertengger di level US$82,53 per barel memberikan sentimen positif bagi emiten berbasis komoditas.

"Secara teknikal, IHSG hari ini sedang menguji zona penopang psikologis penting di rentang 7.500-7.600. Jika ketegangan di Timur Tengah mereda dan rupiah stabil, IHSG berpeluang melakukan rebound bertahap ke kisaran 7.900-8.100 pada akhir Maret. Namun, jika eskalasi konflik meluas, risiko pengujian kembali ke area 7.400 tetap terbuka lebar," jelas Hendra, pada Media Indonesia, Rabu (4/2).

Menueut dia, periode ini merupakan fase konsolidasi dengan volatilitas tinggi. Fokus pada kualitas portofolio lebih penting daripada sekadar mengejar momentum jangka pendek.

Daftar Rekomendasi Saham Sektor Energi

Sektor komoditas cenderung lebih defensif ketika inflasi energi meningkat. Berikut beberapa emiten yang layak masuk dalam watchlist Anda menurut Hendra:

Sub-Sektor Kode Saham Sentimen Utama
Minyak & Gas MEDC, ENRG, ELSA, APEX Kenaikan harga minyak Brent dan jasa migas.
Batubara AADI, ADRO, ITMG, PTBA Permintaan energi alternatif dan dividen yield tinggi.

Sektor yang Perlu Diwaspadai

Sebaliknya, lanjut Hendram, investor disarankan untuk bersikap hati-hati terhadap sektor yang sensitif terhadap biaya energi dan pelemahan daya beli, antara lain:

  • Transportasi & Logistik: Tertekan kenaikan biaya bahan bakar.
  • Manufaktur: Kenaikan biaya bahan baku impor akibat pelemahan Rupiah.
  • Konsumer: Potensi penurunan margin akibat inflasi energi yang menekan pengeluaran rumah tangga.

Kesimpulan dan Strategi Investasi

Dalam situasi penuh ketidakpastian ini, kunci keberhasilan adalah disiplin dalam manajemen risiko. Lakukan pendekatan investasi secara bertahap (dollar cost averaging) dan fokuslah pada emiten dengan fundamental kuat serta arus kas yang sehat.

Jangan terjebak dalam kepanikan, namun tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik global yang dinamis. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya