Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

BEI: Pelemahan IHSG Hari Ini Murni Dipicu Konflik Iran vs AS

Andhika Prasetyo
04/3/2026 11:46
BEI: Pelemahan IHSG Hari Ini Murni Dipicu Konflik Iran vs AS
ilustrasi(Antara)

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menjelaskan eskalasi konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap gangguan rantai pasok global, terutama di sektor energi.

“Hal ini merupakan dampak dari eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas, dan Iran menutup Selat Hormuz yang menyebabkan kekhawatiran munculnya krisis energi. Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat,” ujar Irvan kepada awak media di Jakarta, Rabu (4/3).

Kekhawatiran investor semakin meningkat setelah Iran disebut menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran strategis yang menjadi rute utama distribusi energi global. Penutupan jalur tersebut berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia dan memicu lonjakan harga energi.

Data Perdagangan IHSG

Berdasarkan data perdagangan pada Rabu (4/3) pukul 11.11 WIB, IHSG tercatat melemah 251,47 poin atau 3,17 persen ke level 7.688,29. Frekuensi transaksi saham mencapai 1.843.291 kali dengan volume perdagangan sebanyak 30,95 miliar lembar saham senilai Rp15,89 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 66 saham tercatat menguat, 703 saham melemah, dan 43 saham tidak mengalami perubahan harga.

Sejalan dengan Bursa Regional

Irvan menegaskan bahwa penurunan IHSG tidak terjadi secara terpisah, melainkan sejalan dengan pelemahan bursa saham di berbagai negara Asia. Beberapa indeks regional juga mengalami penurunan tajam, bahkan bursa saham Korea Selatan sempat menghentikan perdagangan sementara (trading halt) setelah penurunan indeks lebih dari 8%.

“Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yang juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAEIX, ASX, dan Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah turun lebih dari 8%,” kata Irvan.

Indeks Nikkei turun 1.883,40 poin atau 3,35% ke posisi 54.395,69. Sementara indeks Shanghai melemah 59,11 poin atau 1,43% ke 4.063,57.

Tekanan terhadap pasar saham global diperkirakan masih berlanjut selama ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum mereda. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya