Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

IHSG Hari Ini 10 Februari 2026: Sempat Melemah, Lalu Rebound ke 8.130

Andhika Prasetyo
10/2/2026 09:57
IHSG Hari Ini 10 Februari 2026: Sempat Melemah, Lalu Rebound ke 8.130
Ilustrasi(Antara)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pergerakan yang fluktuatif pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026. Meski sempat dibuka melemah tipis 0,29 poin di awal sesi, indeks segera berbalik arah (rebound) dan melonjak signifikan hingga menembus level psikologis 8.100 pada pertengahan sesi pertama.

Hingga pukul 09.30 WIB, IHSG terpantau menguat 1,04% atau naik sekitar 83,89 poin ke posisi 8.115,76. Pergerakan ini didorong oleh kombinasi sentimen positif dari pasar global serta rilis data ekonomi domestik yang menunjukkan optimisme konsumen masih terjaga kuat di awal tahun 2026.

Ringkasan Data Perdagangan IHSG Sesi Pagi 

Indikator Pasar Nilai / Posisi Perubahan (%)
IHSG 8.115,76 +1,04%
Indeks LQ45 824,05 +0,38%
Nilai Transaksi Rp4,54 Triliun -
Kapitalisasi Pasar Rp14.692 Triliun -

Faktor Pendorong Penguatan IHSG

Lonjakan IHSG hari ini dipicu oleh tiga faktor krusial:

  • Sentimen MSCI: Langkah tegas pemerintah melakukan penyegaran visi di jajaran regulator pasar modal berhasil meredam kekhawatiran investor asing terkait isu downgrade status pasar saham Indonesia.
  • Performa Saham BUMI: Saham Bumi Resources (BUMI) memimpin transaksi dengan volume masif, naik 6,67% ke level 256, seiring dengan penguatan harga komoditas energi global.
  • Data IKK Januari 2026: Indeks Keyakinan Konsumen yang meningkat ke level 127 memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi domestik tetap kokoh.

Sentimen Global: Wall Street Pecahkan Rekor

Optimisme di lantai bursa Jakarta juga didorong oleh performa kuat bursa saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones baru saja mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di level 50.135,87. Penguatan ini diikuti oleh kenaikan indeks S&P 500 dan Nasdaq yang ditopang oleh sektor teknologi dan material.

Pelaku pasar diimbau untuk tetap memperhatikan level support di 7.920 dan resistance krusial di 8.214 guna menentukan strategi investasi jangka pendek di tengah volatilitas yang masih mungkin terjadi. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya