Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

IHSG Hari ini Ditutup Menguat Dipengaruhi Harga Minyak Dunia Anjlok

Media Indonesia
10/3/2026 17:19
IHSG Hari ini Ditutup Menguat Dipengaruhi Harga Minyak Dunia Anjlok
Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026).(Antara/Muhammad Adimaja)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/3/2026) sore ditutup menguat tajam. Pergerakan indeks kali ini dipicu oleh koreksi harga minyak mentah di tingkat global serta data ekonomi domestik yang melampaui ekspektasi.

IHSG ditutup menguat 103,54 poin atau 1,41 persen ke posisi 7.440,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,37 poin atau 1,25 persen ke posisi 759,94.

Analisis Global: Harga Minyak dan Pernyataan Donald Trump

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Rarna Lim, menjelaskan bahwa IHSG berhasil melakukan technical rebound dari koreksi tajam sehari sebelumnya. Faktor utama penggerak pasar adalah anjloknya harga minyak mentah dunia.

Pada perdagangan Selasa pukul 16.35 WIB, harga minyak acuan jenis WTI tercatat turun 7,83 persen ke level US$87,35 per barel. Sementara itu, minyak jenis Brent turun 7,99 persen ke level US$91,05 per barel.

"Melemahnya harga minyak global seiring dengan potensi berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), usai Presiden Donald Trump mengatakan operasi militer terhadap Iran sudah very complete," ujar Rarna dalam kajiannya di Jakarta.

Sentimen Domestik: Penjualan Ritel Tumbuh Pesat

Dari sisi domestik, kepercayaan investor diperkuat oleh data penjualan ritel yang solid. Penjualan ritel domestik tumbuh 5,7 persen secara year on year (yoy) pada Januari 2026, meningkat signifikan dari 3,5 persen pada Desember 2025. Angka ini lebih baik dari perkiraan awal sebesar 4 persen (yoy).

Akselerasi penjualan ritel diperkirakan akan terus berlanjut pada Februari dan Maret 2026. Hal ini didorong oleh momentum Tahun Baru Imlek, dimulainya bulan Ramadan, serta persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Statistik Perdagangan dan Performa Sektoral

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor (11 sektor) menguat. Sektor barang baku mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 4,85 persen, disusul sektor industri (2,69 persen) dan sektor barang konsumen nonprimer (2,68 persen).

Top Gainers & Losers:
  • Gainers: INPC, NETV, YELO, APLN, MBMA.
  • Losers: INDS, MKAP, ZATA, UDNG, KOKA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.027.866 kali transaksi dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 36,27 miliar lembar senilai Rp19,16 triliun. Sebanyak 534 saham terpantau naik, 190 saham menurun, dan 93 saham stagnan.

Kondisi Bursa Regional Asia

Penguatan IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa saham di Asia yang ditutup di zona hijau:

Indeks Bursa Kenaikan Posisi Akhir
Nikkei (Jepang) +2,88% 54.248,40
Hang Seng (Hong Kong) +2,17% 25.959,90
Strait Times (Singapura) +2,19% 4.861,64

Investor saat ini tengah mengalihkan fokus ke Amerika Serikat untuk menantikan rilis data inflasi Februari 2026. Data ini akan menjadi petunjuk krusial bagi arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya