Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

IHSG 2 Maret 2026 Melemah, Investor Beralih ke Emas dan Obligasi

Media Indonesia
02/3/2026 17:05
IHSG 2 Maret 2026 Melemah, Investor Beralih ke Emas dan Obligasi
Ilustrasi.(Antara Foto)

INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia.  IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 21,87 poin atau 2,62 persen ke posisi 812,49.

Para pelaku pasar mengalihkan dana mereka ke aset safe haven yang antara lain emas dan obligasi pemerintah.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim  mengatakan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran membuat investor global menghindari aset-aset berisiko.

Ia juga menyinggung soal harga minyak mentah yang naik akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Hal itu  memicu kekhawatiran adanya inflasi dan naiknya suku bunga global.

"Namun, mayoritas saham-saham terkait energi dan tambang emas membukukan penguatan," kata Ratna di Jakarta, Senin (2/3). Hal tersebut, ujar dia dapat menahan laju lemahnya IHSG lebih jauh.

Data inflasi Indonesia berdasarkan data Ekonom Indonesia meningkat menjadi 0,68 persen month to mont (mtm) >pada Februari 2026, dari sebelumnya deflasi 0,15 persen (mtm) pada Januari 2026.

Ada sejumlah hal yang berkontribusi mengerek inflasi di bulan Ramadan yakni kelompok Pengeluaran Makanan, Minuman dan Tembakau.

IHSG hari ini dibuka melemah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih ada di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Namun, data dari Indeks Sektoral IDX-IC, sektor energi justru cenderung menguat sebesar 1,70 persen. 

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu OILS, ENRG, RUIS, APEX, dan ELSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TRUE, BUVA, BNBR, BELL, dan MINA. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya