Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Zelensky: Putin Sudah Mulai Perang Dunia III, Tak Ada Tempat untuk Konsesi Wilayah

Thalatie K Yani
23/2/2026 06:12
Zelensky: Putin Sudah Mulai Perang Dunia III, Tak Ada Tempat untuk Konsesi Wilayah
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.(Media Sosial X)

DI tengah gempuran konflik yang belum mereda, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengirimkan pesan perlawanan yang sangat kuat. Dalam wawancara eksklusif di markas pemerintahannya di Kyiv, Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan kalah, melainkan akan mengakhiri perang ini dengan kemenangan mutlak.

Zelensky menolak keras syarat gencatan senjata yang diajukan Presiden Vladimir Putin, terutama tuntutan untuk menarik diri dari wilayah strategis yang gagal direbut Rusia meski telah mengorbankan puluhan ribu tentaranya. Baginya, Vladimir Putin bukan sekadar ancaman bagi Ukraina, melainkan bagi stabilitas global.

"Saya percaya bahwa Putin sudah memulainya (Perang Dunia III). Pertanyaannya adalah seberapa banyak wilayah yang mampu ia rebut dan bagaimana cara menghentikannya... Rusia ingin memaksakan cara hidup yang berbeda kepada dunia," ujar Zelensky.

Menolak "Menjual" Rakyat demi Gencatan Senjata

Menanggapi tekanan untuk menyerahkan sekitar 20% wilayah di Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia demi perdamaian, Zelensky memberikan jawaban menohok. Ia tidak memandang wilayah tersebut sebagai sekadar tanah di peta.

"Saya melihatnya secara berbeda. Saya tidak melihatnya sekadar sebagai tanah. Saya melihatnya sebagai pengabaian, melemahkan posisi kami, meninggalkan ratusan ribu rakyat kami yang tinggal di sana. Itulah cara saya melihatnya. Dan saya yakin 'penarikan diri' ini akan memecah belah masyarakat kami."

Ia juga memperingatkan bahwa jeda perang hanya akan dimanfaatkan Putin untuk memulihkan kekuatan militer dalam waktu singkat, sebelum melanjutkan invasi ke target berikutnya.

Dinamika dengan Donald Trump

Keteguhan Zelensky kini diuji oleh sikap Presiden AS Donald Trump yang meminta Ukraina segera datang ke meja perundingan. Diplomat Barat mengisyaratkan bahwa Trump cenderung setuju dengan Putin mengenai konsesi wilayah sebagai kunci gencatan senjata.

Namun, Zelensky tetap resilient. Ia memilih untuk tidak melakukan konfrontasi publik dengan Trump, melainkan menekankan pada kekuatan institusi Amerika Serikat seperti Kongres, yang ia harapkan dapat memberikan jaminan keamanan jangka panjang melebihi masa jabatan seorang presiden.

Visi Kemenangan dan Keadilan

Bagi Zelensky, kemenangan bukan hanya soal menghentikan pembunuhan, tetapi juga mengembalikan keadilan dunia. Meski ia mengakui bahwa merebut kembali seluruh wilayah saat ini terkendala jumlah personel dan pasokan senjata, tujuan akhirnya tetaplah perbatasan tahun 1991.

"Mengembalikan perbatasan yang adil tahun 1991, tanpa ragu, bukan hanya sebuah kemenangan, itu adalah keadilan. Kemenangan Ukraina adalah pelestarian kemerdekaan kami, dan kemenangan keadilan bagi seluruh dunia adalah kembalinya semua tanah kami," tegasnya.

Di akhir wawancara, Zelensky menekankan perlunya dukungan teknologi militer, termasuk lisensi untuk memproduksi sistem pertahanan udara Patriot secara mandiri di Ukraina, guna menghentikan agresi udara Rusia secara permanen. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya