Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Selat Hormuz Jadi Fokus, Tim Gabungan Inggris-AS Susun Strategi

Ferdian Ananda Majni
19/3/2026 10:35
Selat Hormuz Jadi Fokus, Tim Gabungan Inggris-AS Susun Strategi
Selat Hormuz(AFP)

TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz

Laporan ini pertama kali diungkap oleh CBS News, yang menyebut tim tersebut beroperasi dalam lingkup United States Central Command, komando militer AS yang menangani operasi di kawasan Timur Tengah.

Tim yang relatif kecil itu saat ini ditempatkan di markas CENTCOM di Pangkalan Angkatan Udara MacDill, dekat Tampa, Florida. 

Mereka disebut tengah mengembangkan berbagai opsi strategis guna memastikan jalur vital perdagangan energi global tersebut dapat kembali beroperasi normal. 

Seorang pejabat Inggris menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan peningkatan dari keterlibatan staf perencanaan Inggris yang sebelumnya telah berada di bawah koordinasi CENTCOM.

Laporan mengenai kerja sama ini sebelumnya juga telah disampaikan oleh Radio Free Europe, yang menyoroti meningkatnya perhatian terhadap stabilitas Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan.

Meski demikian, sejumlah sekutu Amerika Serikat, termasuk Inggris, disebut masih berhati-hati untuk terlibat langsung dalam operasi militer aktif yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran. 

Beberapa diplomat mengungkapkan bahwa negara-negara sekutu cenderung menahan diri selama konflik masih berlangsung.

Setelah permusuhan mereda, sejumlah negara seperti Inggris dan Jepang diperkirakan akan mempertimbangkan kontribusi dalam bentuk dukungan non-tempur. 

Bantuan tersebut dapat berupa pengiriman peralatan pendeteksi ranjau laut guna memastikan keamanan jalur pelayaran.

Isu pembukaan kembali Selat Hormuz ini juga diperkirakan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan antara Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Gedung Putih pada Kamis (19/3).

Takaichi sebelumnya telah menegaskan batasan peran militer Jepang dalam konflik semacam ini. 

Ia menyatakan bahwa konstitusi Jepang tidak memungkinkan Pasukan Bela Diri untuk terlibat dalam operasi ofensif, sehingga kontribusi Jepang kemungkinan akan difokuskan pada aspek pendukung dan non-tempur.

Upaya internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz menjadi perhatian penting, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia yang sangat memengaruhi stabilitas ekonomi global. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik