Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Harga Minyak Dunia Anjlok usai Trump Isyaratkan Perang Iran Segera Berakhir

Ferdian Ananda Majni
10/3/2026 13:14
Harga Minyak Dunia Anjlok usai Trump Isyaratkan Perang Iran Segera Berakhir
Presiden AS Donald Trump(instagram/@realdonaldtrump)

HARGA minyak dunia sempat anjlok tajam di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan perang bisa segera berakhir. Namun pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan energi global melalui jalur vital Selat Hormuz.

Minyak mentah Brent crude tercatat turun sekitar 4,3% menjadi 94,62 dolar AS per barel pada Senin (9/3) malam waktu setempat. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di Amerika Serikat melemah 3,8% ke kisaran 91 dolar AS per barel. 

Penurunan ini terjadi setelah harga minyak sebelumnya melonjak melampaui 100 dolar AS per barel pada awal pekan.

Penurunan harga minyak dipicu oleh pernyataan Trump yang mengisyaratkan konflik dengan Iran kemungkinan tidak berlangsung lama. Namun, presiden AS itu juga mengeluarkan peringatan keras jika Teheran mencoba mengganggu jalur pasokan energi dunia di Selat Hormuz.

"Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras daripada yang telah mereka alami sejauh ini," kata Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin di Amerika Serikat.

Selat Hormuz, yang terletak di antara Oman dan Iran, merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan energi global. 

Data dari Kpler menunjukkan sekitar 13 juta barel minyak per hari melewati jalur tersebut pada 2025, atau sekitar 31%  dari total perdagangan minyak laut dunia.

Jalur ini menghubungkan negara-negara produsen minyak utama di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, menuju Teluk Oman dan Laut Arab.

Dalam unggahannya, Trump juga menyebut terbukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz akan memberikan manfaat besar bagi negara-negara yang bergantung pada jalur tersebut.

"Ini adalah hadiah dari Amerika Serikat kepada Tiongkok, dan semua negara yang banyak menggunakan Selat Hormuz. Semoga ini adalah isyarat yang akan sangat dihargai," tulisnya.

Pernyataan itu muncul setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan bahwa kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz harus lebih berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump juga mengatakan kepada CBS News bahwa kapal-kapal masih terus melintasi Selat Hormuz. 

Ia bahkan menyatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk mengambil kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut.

Dalam konferensi pers terpisah, Trump kembali menegaskan bahwa konflik dengan Iran diperkirakan akan segera berakhir dan memperkirakan harga minyak dunia akan kembali turun.

Komentar presiden AS tersebut sempat meredakan kekhawatiran pasar terkait potensi gangguan pasokan energi global.

"Saya pikir ada banyak optimisme di pasar," kata Bob McNally, presiden Rapidan Energy Group. 

"Kita melihatnya hari ini dengan runtuhnya harga minyak akibat apa yang dulu kita sebut intervensi verbal dari Presiden," sebutnya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya