Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAHAN Donald Trump mulai menunjukkan tanda-tanda panik seiring meroketnya harga minyak mentah dunia. Meski awalnya memprediksi lonjakan hanya akan berlangsung singkat, skala dan ketahanan reaksi pasar terhadap perang dengan Iran ternyata di luar kendali Gedung Putih.
Hanya dalam sepekan setelah perang pecah, harga minyak dunia sempat menyentuh angka US$120 per barel, level tertinggi sejak awal invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Di tingkat domestik Amerika Serikat, harga rata-rata bahan bakar minyak (BBM) melonjak hingga 51 sen per galon dalam seminggu terakhir.
Situasi ini menempatkan Presiden Trump dalam posisi sulit. Ambisi militer di luar negeri kini mengancam pencapaian ekonomi domestik yang selama ini ia banggakan. Analis energi senior, Neil Atkinson, memperingatkan tekanan harga akan terus berlanjut. "Sulit untuk melihat apa pun kecuali tekanan kenaikan harga yang berkelanjutan. Masyarakat akan menderita di pompa bensin," ujarnya.
Lumpuhnya lalu lintas di Selat Hormuz menjadi pemicu utama. Jalur air kritis di lepas pantai Libanon tersebut biasanya mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, namun kini terhenti total. Perusahaan pelayaran enggan mengambil risiko terkena tembakan balasan Iran setelah serangan AS dan Israel.
Pejabat senior AS, termasuk Menteri Energi Chris Wright dan Menteri Keuangan Scott Bessent, menghabiskan waktu akhir pekan untuk menyusun langkah darurat. Opsi yang dipertimbangkan mulai dari pelonggaran regulasi produksi domestik, pembatasan ekspor, hingga intervensi langsung pada pasar berjangka minyak.
Meski demikian, Trump secara publik tetap berusaha mengecilkan dampak krisis ini. Melalui Truth Social, ia menyebut kenaikan harga BBM adalah "harga yang sangat kecil untuk dibayar" dan menambahkan, "HANYA ORANG BODOH YANG BERPIKIR SEBALIKNYA!"
Senada dengan sang presiden, juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers menyatakan lonjakan ini bersifat sementara. "Ini adalah perubahan jangka pendek dalam harga minyak, yang akan turun drastis setelah tujuan dari Operasi Epic Fury tercapai," tegasnya.
Di balik layar, para pejabat mulai mempertimbangkan penggunaan Cadangan Minyak Strategis (SPR), meskipun Trump sebelumnya sering mengkritik Joe Biden karena melakukan hal serupa. Namun, para ahli menilai bahwa pelepasan cadangan minyak tidak akan mampu menutupi hilangnya 20 juta barel minyak per hari dari Selat Hormuz.
Satu-satunya solusi yang dianggap efektif oleh para eksekutif minyak dan diplomat adalah pengawalan militer terhadap kapal-kapal tanker melalui Selat Hormuz. Dalam wawancaranya dengan CBS News pada hari Senin, Trump memberikan sinyal kuat mengenai langkah ini. Ia menyatakan bahwa pemerintahannya sedang "berpikir" untuk mengambil alih kendali selat tersebut sepenuhnya guna menstabilkan pasar global. (CNN/Z-2)
Australia resmi memberikan visa kemanusiaan bagi lima pemain Timnas Putri Iran yang menolak menyanyikan lagu kebangsaan.
Lima pemain sepak bola putri Iran dilaporkan bersembunyi di rumah aman di Australia. Mereka khawatir akan keselamatan jiwanya setelah aksi protes di Piala Asia.
Presiden Donald Trump menyatakan perang melawan Iran berjalan melampaui jadwal. Trump mengklaim militer Iran lumpuh dan perang segera berakhir.
Perang Amerika Serikat dan Iran memasuki pekan kedua tanpa tanda-tanda deeskalasi. Simak analisis tantangan politik Donald Trump, lonjakan harga BBM, hingga spekulasi durasi konflik.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Embargo minyak oleh negara-negara Arab anggota kartel minyak OPEC terhadap negara-negara yang mendukung Israel dalam perang Oktober 1973 menyebabkan harga minyak melonjak drastis.
Konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memanas dengan serangan yang menargetkan infrastruktur energi dan air, termasuk depot minyak Tehran.
Rusia ajukan draf resolusi Dewan Keamanan PBB desak gencatan senjata di Timur Tengah. Moskow minta semua pihak hentikan eskalasi dan kembali ke meja perundingan.
Harga minyak dunia melonjak tajam melewati US$114 per barel akibat blokade Selat Hormuz.
BIAYA operasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dalam sepekan pertama dilaporkan melonjak hingga menembus US$6 miliar atau lebih dari Rp101 triliun (asumsi kurs rupiah saat ini).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved