Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Australia Berikan Suaka bagi Pemain Timnas Putri Iran Usai Aksi Protes

Thalatie K Yani
10/3/2026 05:22
Australia Berikan Suaka bagi Pemain Timnas Putri Iran Usai Aksi Protes
Timnas Putri Iran(AFC)

PEMERINTAH Australia resmi memberikan suaka kepada sejumlah anggota tim nasional sepak bola putri Iran. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran para pemain tersebut akan menghadapi persekusi di negara asal mereka setelah melakukan aksi diam saat lagu kebangsaan diputar di ajang Piala Asia di Australia, pekan lalu.

Menteri Urusan Dalam Negeri Australia, Tony Burke, mengonfirmasi pada Selasa lima pemain telah melarikan diri dari hotel tim di Gold Coast untuk mengajukan permohonan suaka. Kelimanya kini berada di bawah perlindungan otoritas setempat.

"Mereka dipindahkan ke lokasi yang aman oleh kepolisian Australia. Saya telah menandatangani persetujuan permohonan visa kemanusiaan mereka tadi malam," ujar Burke kepada wartawan. "Mereka dipersilakan untuk tinggal di Australia. Mereka aman di sini dan harus merasa seperti di rumah sendiri."

Intervensi Internasional dan Dukungan Publik

Isu ini menarik perhatian dunia internasional, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, untuk memastikan keamanan para atlet tersebut.

"Saya baru saja berbicara dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengenai Tim Sepak Bola Wanita Nasional Iran. Dia sedang menanganinya! Lima orang sudah diurus," tulis Trump pada Senin waktu setempat.

Namun, Trump juga mencatatkan adanya dilema bagi pemain lainnya. "Beberapa orang merasa mereka harus kembali karena mengkhawatirkan keselamatan keluarga mereka, termasuk ancaman terhadap anggota keluarga tersebut jika mereka tidak kembali," tambahnya.

Dukungan juga mengalir dari berbagai tokoh dunia, termasuk penulis Harry Potter, J.K. Rowling. Melalui media sosial, ia mendesak agar tim tersebut diberikan perlindungan resmi. "Tolong, lindungi para perempuan muda ini," tulis Rowling.

Konsekuensi Aksi Defiansi

Aksi para pemain yang berdiri mematung saat lagu kebangsaan diputar sebelum laga melawan Korea Selatan dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap rezim Teheran. Akibatnya, seorang presenter di televisi pemerintah Iran menjuluki para pemain tersebut sebagai "pengkhianat di masa perang."

Meskipun pada pertandingan-pertandingan berikutnya para pemain terlihat memberi hormat dan menyanyi, banyak pihak yakin hal itu dilakukan di bawah tekanan. Kampanye Amnesty International, Zaki Haidari, memperingatkan risiko berat jika mereka dipulangkan.

"Beberapa anggota tim ini kemungkinan besar keluarganya sudah mendapat ancaman. Jika mereka kembali... siapa yang tahu hukuman apa yang akan mereka terima?" ungkap Haidari.

Selama turnamen berlangsung, kerumunan massa terus memberikan dukungan di luar stadion Gold Coast dengan meneriakkan slogan-slogan seperti "selamatkan gadis-gadis kami" dan mendesak agar mereka diberikan kebebasan untuk tetap tinggal di Australia. Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar Iran di Australia belum memberikan tanggapan resmi. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya