Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH jet tempur Amerika Serikat (AS) jenis F-15 dilaporkan ditembak jatuh militer Iran di wilayah barat negara itu saat operasi tempur berlangsung. Pejabat AS dan Israel mengonfirmasi insiden tersebut, sementara misi pencarian dan penyelamatan awak masih terus dilakukan.
Dua awak F-15 dilaporkan berhasil melontarkan diri sebelum pesawat jatuh. Salah satu pilot telah ditemukan dan dievakuasi, sedangkan satu awak lainnya masih dalam pencarian.
Dalam operasi penyelamatan itu, dua helikopter UH-60 Black Hawk yang dikerahkan untuk mengevakuasi pilot dilaporkan terkena tembakan senjata ringan dari pihak Iran. Sejumlah personel AS mengalami luka-luka, namun kedua helikopter disebut berhasil kembali ke pangkalan dengan selamat.
Selain F-15, laporan media AS juga menyebut satu pesawat lain jenis A-10 Thunderbolt II atau Warthog turut ditembak dalam operasi terpisah di sekitar Selat Hormuz. Tiga pejabat AS mengatakan pilot A-10 berhasil menerbangkan pesawat hingga wilayah udara Kuwait sebelum melontarkan diri dan kemudian diselamatkan.
Namun, televisi pemerintah Iran mengeklaim, “Sebuah pesawat A-10 Amerika ditembak oleh sistem pertahanan udara Angkatan Darat dan jatuh di Teluk Persia di Iran selatan.” Hingga kini belum jelas apakah klaim tersebut merujuk pada pesawat yang sama.
Presiden AS Donald Trump untuk pertama kalinya angkat bicara sejak insiden itu. Kepada NBC News, ia mengatakan bahwa jatuhnya jet tempur tersebut tidak akan memengaruhi negosiasi. “Tidak, ini perang. Kita sedang dalam perang,” kata Trump.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan menyisir area tempat jatuhnya pesawat di barat daya Iran. Media Iran juga menyiarkan gambar yang diklaim sebagai puing-puing pesawat tempur, termasuk kursi lontar yang masih terhubung dengan parasut terbuka.
Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan Iran menolak proposal gencatan senjata 48 jam dari AS. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan negaranya hanya akan menerima penghentian perang secara permanen, bukan gencatan senjata sementara.
Dalam siaran televisi lokal di Provinsi Kohkilouyeh dan Boyer-Ahmad, warga bahkan diminta membantu menangkap pilot AS yang hilang dengan imbalan uang hingga US$60.000 atau sekitar Rp1 miliar.
“Jika Anda menangkap pilot musuh dalam keadaan hidup dan menyerahkannya kepada polisi dan militer, Anda akan menerima hadiah dan bonus berharga,” ujar seorang penyiar dalam bahasa Persia.
Pakar militer dari Griffith Asia Institute, Peter Layton, mengatakan kepada NBC News bahwa puing-puing yang beredar kemungkinan besar milik F-15 Strike Eagle. “Saya pikir strukturnya terlihat seperti F-15 dan dari tanda garis ekor menunjukkan 48th Fighter Wing yang berbasis di RAF Lakenheath, Inggris,” ujarnya.
Operasi pencarian terhadap satu awak F-15 yang masih hilang terus berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. (The Sun/B-3)
Iran tembak jatuh jet F-15 AS dan tawarkan imbalan US$60.000 untuk tangkap pilot. AS kerahkan misi penyelamatan di tengah penolakan gencatan senjata oleh Teheran.
Pendeta Franklin Graham memicu kontroversi di Gedung Putih setelah mengklaim Iran ingin memusnahkan Yahudi dan menyebut Donald Trump dipilih Tuhan.
Penilaian tersebut juga menunjukkan bahwa Iran masih menyimpan banyak rudal serta rudal jelajah pertahanan pesisir dalam jumlah yang signifikan.
Menurut sumber tersebut, Trump tiba di kediamannya di Mar-a-Lago pada 27 Februari, di mana para ajudannya berkumpul di pusat operasi sementara.
Medvedev menyebut pernyataan Trump itu hanya sekadar “gertakan”.
Iran tembak jatuh jet F-15 AS dan tawarkan imbalan US$60.000 untuk tangkap pilot. AS kerahkan misi penyelamatan di tengah penolakan gencatan senjata oleh Teheran.
Tim penyelamat berhasil menemukan seluruh 67 korban dari tabrakan antara American Airlines Penerbangan 5342 dan helikopter Black Hawk di atas Sungai Potomac, Washington, DC.
Data dari black box bersama dengan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan ini diharapkan dapat membantu pihak berwenang.
Disebutkan, helikopter itu dioperasikan oleh tiga personel militer, termasuk seorang instruktur dan seorang pilot perempuan yang masing-masing memiliki 1.000 dan 500 jam terbang.
Helikopter di dekat Bandara Reagan umumnya dibatasi untuk terbang di bawah 200 kaki sesuai dengan peraturan FAA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved