Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

F-15 AS Ditembak Jatuh di Iran, Helikopter Black Hawk Rusak dan Pilot Masih Dicari

Haufan Hasyim Salengke
04/4/2026 11:20
F-15 AS Ditembak Jatuh di Iran, Helikopter Black Hawk Rusak dan Pilot Masih Dicari
Puing-puing dari pesawat perang F-15 AS yang jatuh disiarkan oleh TV pemerintah Iran.(The Sun)

SEBUAH jet tempur Amerika Serikat (AS) jenis F-15 dilaporkan ditembak jatuh militer Iran di wilayah barat negara itu saat operasi tempur berlangsung. Pejabat AS dan Israel mengonfirmasi insiden tersebut, sementara misi pencarian dan penyelamatan awak masih terus dilakukan.

Dua awak F-15 dilaporkan berhasil melontarkan diri sebelum pesawat jatuh. Salah satu pilot telah ditemukan dan dievakuasi, sedangkan satu awak lainnya masih dalam pencarian.

Dalam operasi penyelamatan itu, dua helikopter UH-60 Black Hawk yang dikerahkan untuk mengevakuasi pilot dilaporkan terkena tembakan senjata ringan dari pihak Iran. Sejumlah personel AS mengalami luka-luka, namun kedua helikopter disebut berhasil kembali ke pangkalan dengan selamat.

Selain F-15, laporan media AS juga menyebut satu pesawat lain jenis A-10 Thunderbolt II atau Warthog turut ditembak dalam operasi terpisah di sekitar Selat Hormuz. Tiga pejabat AS mengatakan pilot A-10 berhasil menerbangkan pesawat hingga wilayah udara Kuwait sebelum melontarkan diri dan kemudian diselamatkan.

Namun, televisi pemerintah Iran mengeklaim, “Sebuah pesawat A-10 Amerika ditembak oleh sistem pertahanan udara Angkatan Darat dan jatuh di Teluk Persia di Iran selatan.” Hingga kini belum jelas apakah klaim tersebut merujuk pada pesawat yang sama.

Presiden AS Donald Trump untuk pertama kalinya angkat bicara sejak insiden itu. Kepada NBC News, ia mengatakan bahwa jatuhnya jet tempur tersebut tidak akan memengaruhi negosiasi. “Tidak, ini perang. Kita sedang dalam perang,” kata Trump.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan menyisir area tempat jatuhnya pesawat di barat daya Iran. Media Iran juga menyiarkan gambar yang diklaim sebagai puing-puing pesawat tempur, termasuk kursi lontar yang masih terhubung dengan parasut terbuka.

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan Iran menolak proposal gencatan senjata 48 jam dari AS. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan negaranya hanya akan menerima penghentian perang secara permanen, bukan gencatan senjata sementara.

Dalam siaran televisi lokal di Provinsi Kohkilouyeh dan Boyer-Ahmad, warga bahkan diminta membantu menangkap pilot AS yang hilang dengan imbalan uang hingga US$60.000 atau sekitar Rp1 miliar.

“Jika Anda menangkap pilot musuh dalam keadaan hidup dan menyerahkannya kepada polisi dan militer, Anda akan menerima hadiah dan bonus berharga,” ujar seorang penyiar dalam bahasa Persia.

Pakar militer dari Griffith Asia Institute, Peter Layton, mengatakan kepada NBC News bahwa puing-puing yang beredar kemungkinan besar milik F-15 Strike Eagle. “Saya pikir strukturnya terlihat seperti F-15 dan dari tanda garis ekor menunjukkan 48th Fighter Wing yang berbasis di RAF Lakenheath, Inggris,” ujarnya.

Operasi pencarian terhadap satu awak F-15 yang masih hilang terus berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. (The Sun/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya