Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Terbaru, Intelijen AS Sebut Kekuatan Iran Gagal Dihancurkan

Cahya Mulyana
03/4/2026 19:30
Terbaru, Intelijen AS Sebut Kekuatan Iran Gagal Dihancurkan
Rudal Iran.(Anadolu)

MEDIA media Amerika Serikat (AS), CNN, Kamis (2/4), melaporkan, intelijen AS menyebut persenjataan Iran belum berkurang signifikan karena masih memiliki sekitar setengah dari peluncur rudal dan ribuan drone serang satu arah di gudang senjata. Padahal, sudah lebih dari satu bulan sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran.

"Mereka masih sangat siap untuk menimbulkan kehancuran besar di seluruh kawasan," ujar seorang sumber, yang mengetahui informasi intelijen tersebut kepada media AS itu.

Penilaian tersebut juga menunjukkan bahwa Iran masih menyimpan banyak rudal serta rudal jelajah pertahanan pesisir dalam jumlah yang signifikan, yang menjadi kemampuan kunci untuk mengendalikan Selat Hormuz, ungkap laporan tersebut.

Meskipun kapal-kapal Angkatan Laut Iran sebagian besar telah dihancurkan, armada angkatan laut terpisah di bawah Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran masih mempertahankan sekitar setengah dari kemampuannya, dengan "ratusan, atau bahkan ribuan, kapal kecil dan kapal permukaan nirawak yang masih tersisa," sebut sumber yang dikutip CNN.

Informasi intelijen tersebut menunjukkan bahwa penggunaan fasilitas bawah tanah oleh Iran telah membantu mempertahankan peluncur rudalnya. Negara itu sejak lama menyembunyikan peluncurnya dalam jaringan terowongan dan gua yang luas, sehingga membuatnya sangat sulit untuk dijadikan sasaran.

Presiden AS Donald Trump, Rabu (1/4), menyebut jangka waktu penyelesaian operasi militer AS berkisar dua hingga tiga pekan. Namun, seorang sumber yang telah meninjau penilaian intelijen tersebut mengatakan bahwa jangka waktu itu tidak realistis.

Israel, sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, serta pasukan AS terus menghadapi serangan rudal dan drone secara berkala dari Iran. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya