Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
JOE Kent, mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, meluncurkan kritik tajam terhadap pemerintahan Trump terkait perang dengan Iran. Dalam wawancara perdana pasca-pengunduran dirinya, Kent menyebut adanya upaya sistematis untuk membungkam suara kritis di internal intelijen sebelum konflik meletus.
Kepada podcaster konservatif Tucker Carlson, Kent mengungkapkan perbedaan mencolok antara serangan ke situs nuklir Iran tahun lalu dengan eskalasi saat ini. Menurutnya, jika dulu terdapat "debat yang kuat", kali ini kemampuan komunitas intelijen untuk memberikan penilaian objektif atau sanity check justru ditekan.
“Menjelang iterasi terakhir ini, sejumlah besar pengambil keputusan utama tidak diizinkan datang dan menyampaikan pendapat mereka kepada presiden,” ujar Kent pada Rabu (18/3/2026). Ia menambahkan diskusi dilakukan di balik pintu tertutup tanpa memberi ruang bagi suara-suara yang berbeda pendapat.
Pemerintahan Trump berulang kali menggunakan dalih "ancaman nuklir yang mendesak" sebagai dasar peluncuran serangan. Namun, Kent secara tegas membantah adanya data intelijen yang mendukung narasi serangan mendadak berskala besar.
“Tidak ada intelijen yang mengatakan bahwa pada tanggal 1 Maret, misalnya, Iran akan meluncurkan serangan mendadak besar-besaran, semacam 9/11, Pearl Harbor, dan sebagainya. Tidak ada intelijen seperti itu,” tegas Kent. Ia menilai Iran adalah aktor yang sangat berhati-hati dalam menaiki tangga eskalasi.
Kent juga memberikan pandangan mengejutkan mengenai mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel bulan lalu. Menurutnya, Khamenei justru berperan sebagai penahan laju program senjata nuklir Iran.
“Saya bukan penggemar mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei, namun, dia memoderasi program nuklir mereka. Dia mencegah mereka mendapatkan senjata nuklir,” kata Kent. Ia memperingatkan bahwa pembunuhan agresif terhadap tokoh tersebut justru akan membuat rakyat Iran bersatu mendukung rezim.
Selain masalah intelijen, Kent secara terbuka menuding Israel telah menarik Amerika Serikat ke dalam konflik ini dan memengaruhi kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah secara luas. Ia mengkritik logika Sekretaris Negara Marco Rubio yang menyebut Iran sebagai ancaman karena diyakini akan membalas jika Israel menyerang.
“Jadi, ancaman mendesak yang dijelaskan oleh Sekretaris Negara bukan dari Iran. Itu dari Israel, tepatnya. Dan saya pikir ini berbicara pada masalah yang lebih luas, siapa yang memegang kendali atas kebijakan kita di Timur Tengah,” ujar Kent.
Pernyataan Kent dalam surat pengunduran dirinya sebelumnya telah memicu gelombang kecaman, termasuk dari Senator GOP Mitch McConnell yang melabeli komentar Kent sebagai tindakan antisemitisme yang keji. McConnell menyatakan bahwa Kent telah gagal memenuhi janjinya untuk memimpin dengan integritas.
Penangkapan dan penggeledahan terkait dokumen rahasia serta perselisihan politik di Washington diprediksi akan terus memanas seiring dengan kesaksian para pejabat intelijen di hadapan Senat. (CNN/Z-2)
Milisi Kataib Hizbullah sepakati jeda serangan terhadap Kedubes AS di Baghdad dengan syarat ketat. Sementara itu, pasokan gas Iran ke Irak terhenti total.
Joe Kent menyebut suara-suara penentang di intelijen AS dibungkam sebelum Trump memutuskan perang dengan Iran. Tulsi Gabbard pun tersudut dalam sidang Senat.
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard dan Direktur CIA John Ratcliffe berikan testimoni mengejutkan yang kontradiktif dengan klaim perang Iran Presiden Trump.
Kedubes Iran siap memfasilitasi masyarakat RI yang ingin menyalurkan donasi dan dukungan secara langsung kepada negaranya.
Pentagon meminta persetujuan Gedung Putih untuk anggaran perang di Iran senilai lebih dari US$200 miliar. Akankah Kongres meloloskan dana raksasa ini?
Joe Kent menyebut suara-suara penentang di intelijen AS dibungkam sebelum Trump memutuskan perang dengan Iran. Tulsi Gabbard pun tersudut dalam sidang Senat.
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard dan Direktur CIA John Ratcliffe berikan testimoni mengejutkan yang kontradiktif dengan klaim perang Iran Presiden Trump.
Ketegangan AS-Kuba memuncak. Presiden Díaz-Canel tuduh AS manfaatkan krisis listrik untuk invasi, sementara Trump beri sinyal tindakan segera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved