Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG pengunduran diri melanda pemerintahan Donald Trump seiring dengan memanasnya konflik dengan Iran. Joe Kent, Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC), resmi menanggalkan jabatannya sebagai bentuk protes keras terhadap kebijakan perang tersebut. Langkah ini mengungkap retaknya kesolidan di internal pendukung fanatik Trump atau gerakan MAGA (Make America Great Again).
Dalam surat pengunduran dirinya, Kent melontarkan pernyataan tajam dengan menyebut basis pemerintah AS untuk berperang, yakni klaim bahwa Iran merupakan ancaman mendesak bagi Amerika Serikat, adalah sebuah kebohongan. Menurutnya, Iran sama sekali tidak menunjukkan ancaman mendesak terhadap keamanan nasional.
Menariknya, Kent tidak menyalahkan Presiden Trump secara langsung. Mantan anggota pasukan khusus Green Beret ini justru menuding adanya upaya penyesatan informasi. Ia menuduh "pejabat tinggi Israel dan anggota media Amerika yang berpengaruh" telah menipu Trump agar meninggalkan prinsip America First dan memicu sentimen pro-perang tanpa strategi akhir yang jelas.
Namun, pengunduran diri ini ditanggapi dingin oleh loyalis Trump lainnya. Senator Republik dari Texas, John Cornyn, menyatakan dukungannya terhadap sang Presiden.
"Jelas dia [Kent] tidak setuju dengan kebijakan administrasi, dan hal terhormat yang bisa dilakukan adalah mengundurkan diri," ujar Cornyn.
Terkait klaim Kent bahwa Iran bukan ancaman, Cornyn menegaskan Kent "sama sekali salah" dan meyakini Presiden telah melakukan hal yang benar.
Direktur Intelijen Nasional, Tulsi Gabbard, turut pasang badan membela keputusan Trump. Melalui media sosial, Gabbard menekankan wewenang penuh Presiden sebagai Panglima Tertinggi.
"Sebagai Panglima Tertinggi, ia bertanggung jawab untuk menentukan apa yang merupakan ancaman mendesak dan apa yang bukan, serta apakah akan mengambil tindakan yang ia anggap perlu untuk melindungi keselamatan dan keamanan pasukan kita, rakyat Amerika, dan negara kita," tulis Gabbard.
Gabbard menambahkan bahwa setelah meninjau informasi yang ada, Trump menyimpulkan bahwa "rezim Islamis teroris di Iran merupakan ancaman mendesak."
Joe Kent bukanlah birokrat karier biasa. Ia dinominasikan Trump tahun lalu dan melewati proses konfirmasi senat yang sengit. Pihak Demokrat sebelumnya mengkritik keras pengangkatan Kent, menudingnya terlibat dalam teori konspirasi terkait kerusuhan 6 Januari dan memiliki keterkaitan dengan kelompok sayap kanan ekstrem.
Kini, pengunduran dirinya menjadi simbol perpecahan ideologis dalam gerakan MAGA. Sebagian pemilih "America First" yang skeptis terhadap perang luar negeri merasa Trump telah terseret ke dalam konflik yang bertentangan dengan kepentingan nasional AS. Di sisi lain, faksi tradisional Republik tetap teguh berdiri di belakang kebijakan intervensi militer sang Presiden. (BBC/Z-2)
Tewasnya Ali Larijani dalam serangan udara Israel memperdalam krisis kepemimpinan di Iran. Simak dampaknya terhadap nasib perang dan gejolak domestik Teheran.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan negaranya tidak akan mengirim pasukan untuk berpartisipasi dalam perang melawan Iran.
Polandia memiliki fokus tersendiri, membangun pasukan darat, udara, dan angkatan laut untuk menghadapi konflik perbatasan di Ukraina.
Perang di Iran memaksa penutupan ruang udara Uni Emirat Arab (UEA) secara total. Simak status terbaru penerbangan Emirates, Etihad, hingga Qatar Airways.
Presiden AS Donald Trump meminta penundaan kunjungan ke Tiongkok hingga April mendatang. Fokus pada Operation Epic Fury menjadi prioritas utama saat ini.
Donald Trump sempat menuding Iran atas serangan maut di SD Minab. Padahal, investigasi mengungkap rudal tersebut adalah Tomahawk milik AS yang salah sasaran akibat data intelijen usang.
Donald Trump bereaksi keras atas pengunduran diri Joe Kent. Trump menyebut keputusan tersebut tepat karena menilai Kent sosok yang lemah dalam urusan keamanan AS.
Presiden AS Donald Trump meluapkan kekecewaan setelah negara-negara NATO menolak bantuannya di Selat Hormuz. Trump sebut NATO buat kesalahan konyol.
Trump sempat memahami lebih baik daripada presiden modern mana pun bagaimana menerapkan kekuatan militer secara tegas tanpa menyeret kita ke dalam perang yang tak berkesudahan.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan negaranya tidak akan mengirim pasukan untuk berpartisipasi dalam perang melawan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved