Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Trump Sindir Eks Bos Kontraterorisme Joe Kent, Lemah dalam Keamanan

Thalatie K Yani
18/3/2026 05:27
Trump Sindir Eks Bos Kontraterorisme Joe Kent, Lemah dalam Keamanan
Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC), Joe Kent.(Media Sosial X)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons menohok atas pengunduran diri mendadak Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC), Joe Kent. Trump secara terbuka menyebut Kent sebagai sosok yang "lemah" dalam urusan keamanan nasional setelah Kent melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan perang di Iran.

Di Ruang Oval pada Selasa waktu setempat, Trump menegaskan kepergian Kent justru merupakan hal yang positif bagi pemerintahannya. Meski sempat menyebut Kent sebagai "pria yang baik," Trump tidak menahan diri untuk menguliti performa mantan sekutunya tersebut.

"Dia (Joe Kent) adalah orang yang baik, tapi dia lemah dalam masalah keamanan," ujar Trump. "Surat pengunduran dirinya justru membuat saya sadar bahwa adalah hal yang baik dia keluar dari sana."

Tudingan Konspirasi dan Pengaruh Israel

Perselisihan ini bermula ketika Joe Kent mengunggah surat pengunduran dirinya melalui platform X. Dalam surat tersebut, Kent menuduh pemerintahan Trump telah "memulai perang" akibat tekanan dari Israel dan lobi-lobi kuat di Amerika Serikat. Kent mengklaim Iran sebenarnya "tidak memberikan ancaman nyata" bagi AS.

Lebih jauh, Kent menuduh para pejabat tinggi Israel dan jurnalis AS telah menyebarkan misinformasi yang menyesatkan Trump hingga mengabaikan prinsip utamanya, America First.

"Ruang gema ini digunakan untuk menipu Anda agar percaya bahwa Iran merupakan ancaman mendesak bagi Amerika Serikat. Itu adalah kebohongan," tulis Kent dalam suratnya.

Gedung Putih Pasang Badan

Pihak Gedung Putih segera menepis klaim Kent. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menegaskan tuduhan Kent yang menyebut Trump disetir pihak asing adalah hal yang menghina dan menggelikan.

"Sebagaimana yang telah dinyatakan Presiden Trump secara jelas, dia memiliki bukti kuat dan meyakinkan bahwa Iran akan menyerang Amerika Serikat terlebih dahulu," tegas Leavitt.

Senada dengan Trump, Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard juga membela keputusan perang tersebut. Gabbard menyatakan sebagai panglima tertinggi, presiden memiliki tanggung jawab penuh untuk menentukan mana yang merupakan ancaman nyata.

"Setelah meninjau dengan cermat semua informasi yang ada, Presiden Trump menyimpulkan bahwa rezim teroris Islam di Iran merupakan ancaman mendesak dan ia mengambil tindakan berdasarkan kesimpulan tersebut," tulis Gabbard di platform X.

Rekam Jejak Joe Kent yang Kontroversial

Joe Kent sebenarnya adalah pendukung lama Trump yang sempat gagal mencalonkan diri sebagai anggota Kongres. Meskipun ia merupakan veteran pasukan khusus AS dan CIA yang kehilangan istrinya dalam misi di Suriah, masa jabatannya sering diwarnai kontroversi.

Lembaga pengawas seperti Anti-Defamation League (ADL) menuduh Kent menggunakan kiasan antisemit dalam suratnya karena menyalahkan Israel atas konflik ini. Di sisi lain, tokoh media konservatif Tucker Carlson justru memuji Kent sebagai pria paling berani karena berani melepaskan jabatan tinggi demi prinsipnya.

Mundurnya Kent menambah daftar pejabat senior yang meninggalkan kabinet di periode kedua Trump, meskipun tingkat pergantian personel saat ini dinilai jauh lebih stabil dibandingkan masa jabatan pertamanya pada 2017-2021. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik