Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Dino Patti Djalal Desak Trump Hentikan Serangan Iran dan Provokasi Perang

Media Indonesia
13/3/2026 23:11
Dino Patti Djalal Desak Trump Hentikan Serangan Iran dan Provokasi Perang
Donald Trump.(Al Jazeera)

PENDIRI Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menyampaikan desakan keras kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk segera menghentikan provokasi perang. Dino meminta Trump mengakhiri serangan terhadap Iran dan berhenti menjadi alat kepentingan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Pernyataan ini disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI tersebut melalui pesan video yang dipantau di Jakarta pada Jumat (13/3/2026). Dino menekankan pentingnya AS untuk kembali ke jalur perdamaian dan menghormati kedaulatan negara lain.

Kritik terhadap Manipulasi Politik Israel

Dino secara spesifik menyoroti pengaruh Benjamin Netanyahu dalam kebijakan luar negeri AS. Menurutnya, Trump harus berhenti dimanipulasi untuk melancarkan perang yang hanya memperkeruh stabilitas global.

"Akhiri provokasi perang dan serangan terhadap Iran. Berhenti dimanipulasi oleh Perdana Menteri Netanyahu untuk melancarkan perang. Seriuslah dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," ujar Dino.

Meskipun Dino mengapresiasi niat awal Trump yang ingin dikenal sebagai Presiden Perdamaian (President of Peace) dalam Strategi Keamanan Nasional AS, ia menilai tindakan nyata di lapangan saat ini justru bertolak belakang.

Ia juga mengapresiasi rencana 20 poin gencatan senjata di Gaza yang diharapkan mengakhiri pembantaian oleh Israel, meski ia mencatat adanya masalah pada struktur Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).

Sorotan terhadap Agresi Militer dan Kematian Ayatollah Khamenei

Dino menyampaikan kecaman keras atas serangan militer terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan pemimpin Iran, Ayatollah Khamenei.

Ia menilai tindakan ini mencerminkan munculnya nasionalisme Amerika yang agresif, cenderung imperialis, dan minim kompas moral. Menurutnya, Amerika kini bertindak sebagai negara agresor yang memicu ketidakstabilan di Timur Tengah.

"Ketidakstabilan dan konflik baru kini membayangi Timur Tengah. Ini semua tanggung jawab Anda, Tuan Presiden, dan Israel. Alih-alih menyebarkan perdamaian, Anda justru menyebarkan perang," tegas Dino.

Solusi Dua Negara dan Kemitraan Global

Selain isu Iran, Dino Patti Djalal juga mendesak Donald Trump untuk melakukan langkah-langkah strategis berikut:

  • Fokus pada Solusi Dua Negara: Mewujudkan kemerdekaan Palestina sebagai kunci perdamaian di Timur Tengah.
  • Reformasi Dewan Perdamaian: Memperbaiki mekanisme Board of Peace (BoP) yang dianggap bermasalah agar lebih efektif.
  • Akhiri Perang Rusia-Ukraina: Mengambil peran aktif dan nyata dalam menghentikan konflik berkepanjangan di Eropa Timur.
  • Kemitraan Konstruktif dengan Tiongkok: Membangun hubungan berdasarkan rasa saling menghormati untuk stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
  • Isu Perubahan Iklim: Memimpin komunitas internasional dalam menghadapi krisis iklim global demi kemakmuran bersama.

Dino menutup pernyataannya dengan mengingatkan Trump untuk kembali menghormati Piagam PBB dan hukum internasional. Ia berharap Amerika Serikat dapat menunjukkan jati dirinya sebagai negara yang bermartabat dengan membangun jembatan diplomasi, bukan menciptakan perpecahan global. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya