Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Dampak 'Embargo Minyak' oleh Iran Disebut Italia akan Sangat Lama

Cahya Mulyana
03/4/2026 16:54
Dampak 'Embargo Minyak' oleh Iran Disebut Italia akan Sangat Lama
Kapal tanker pengangangkut minyak.(Antara)

GUBERNUR Bank Italia Fabio Panetta mengatakan bahwa pemulihan produksi energi global diperkirakan akan memakan waktu meski konflik di Timur Tengah berakhir.

Menurut Panetta, meskipun konflik berakhir dengan cepat, proses kembali ke tingkat produksi normal tidak akan berlangsung instan karena diperlukan waktu untuk memulihkan kapasitas produksi serta mengaktifkan kembali seluruh rantai pasok energi.

“Selain pemulihan kapasitas produksi, dibutuhkan waktu tambahan untuk menghidupkan kembali seluruh rantai pasok energi,” ujarnya dalam konferensi di Kementerian Luar Negeri Italia, Kamis (2/4).

Ia menambahkan konflik tersebut telah mengganggu rantai pasok energi global dan memaksa sejumlah negara di kawasan Teluk Persia menghentikan produksi hidrokarbon, yang berdampak jangka pendek maupun panjang terhadap pasar global.

Menurut Panetta, seiring berlanjutnya konflik, risiko terhadap infrastruktur produksi dan distribusi energi juga semakin meningkat.

Ia juga menekankan pentingnya keamanan jalur energi utama, khususnya di Selat Hormuz, yang menjadi faktor kunci dalam menentukan intensitas dan durasi guncangan energi global.

Panetta menilai krisis energi saat ini bukan menciptakan fase baru, melainkan mempercepat dinamika yang sudah berlangsung sebelumnya.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Peningkatan ketegangan di sekitar wilayah Iran memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global, yang turut menekan ekspor dan produksi energi di kawasan sehingga memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya