Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Italia Ancang-Ancang Pulangkan Tentara dari UNIFIL

 Gana Buana
30/3/2026 15:34
Italia Ancang-Ancang Pulangkan Tentara dari UNIFIL
Italia membuka opsi menarik pasukan dari UNIFIL di Libanon di tengah eskalasi konflik.(AFP)

ITALIA mulai membuka opsi penarikan pasukannya dari misi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libanon (UNIFIL) seiring memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menegaskan pemerintah telah menyiapkan jalur evakuasi apabila keberadaan pasukan Italia di bawah mandat PBB dinilai efektif atau justru menghadapi risiko yang makin tinggi.

“Situasinya sangat kompleks. Jika kami menilai kehadiran militer kami dan juga kehadiran PBB sudah tidak lagi berguna, kami memiliki sarana laut dan udara untuk memulangkan prajurit kami ke Italia,” kata Crosetto dilansir dari Antara, Senin (30/3).

Pernyataan itu menandai sikap yang lebih tegas dari Roma di tengah eskalasi konflik yang terus menekan stabilitas Libanon selatan. Meski belum ada keputusan final, Crosetto menekankan langkah penarikan tidak akan diambil secara sepihak dan tetap dibahas bersama negara-negara mitra lain dalam misi tersebut.

Di lapangan, Italia mengakui pangkalan pasukan penjaga perdamaian mereka tidak menjadi sasaran serangan langsung dalam beberapa hari terakhir. Namun, fasilitas itu tetap terdampak akibat puing-puing dari serangan di sekitar area konflik.

Sinyal kewaspadaan juga datang dari negara Eropa lain. Kementerian Pertahanan Kroasia mengumumkan delapan tentaranya telah dievakuasi dari penugasan di Libanon dan Irak. Tujuh personel yang tergabung dalam misi NATO di Irak disebut berhasil dipindahkan dengan aman, setelah sebelumnya proses evakuasi dari Lebanon lebih dulu dilakukan.

Spanyol pun mengambil langkah serupa dengan mengevakuasi 100 tentaranya dari Irak, meski sekitar 200 personel lainnya masih bertahan di negara tersebut, menurut Menteri Pertahanan Margarita Robles.

Rangkaian langkah ini memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap keselamatan personel militer mereka di kawasan yang kini semakin rawan. Jika eskalasi terus berlanjut, keberlangsungan misi-misi internasional seperti UNIFIL berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar dalam waktu dekat. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya