Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
ITALIA dipastikan absen di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah kalah dari Bosnia Herzegovina melalui adu penalti 1-4 pada final play-off kualifikasi, Rabu (1/4).
Tim nasional Italia kembali menelan kegagalan lolos ke putaran final Piala Dunia setelah takluk dari Bosnia Herzegovina pada final play-off kualifikasi. Bertanding di Stadion Bilino Polje, Zenica, Italia menyerah lewat adu penalti dengan skor 1-4 setelah sebelumnya bermain imbang.
Esmir Bajraktarevic menjadi penentu kemenangan Bosnia setelah sukses mengeksekusi penalti terakhir, sekaligus memastikan timnya lolos ke Grup B bersama Kanada, Swiss, dan Qatar pada putaran final di Amerika Utara.
Italia yang berstatus juara dunia empat kali sempat unggul lebih dahulu melalui gol Moise Kean pada menit ke-15. Namun, mereka kehilangan kendali permainan setelah harus tampil dengan 10 pemain hampir sepanjang laga.
Situasi semakin sulit setelah Alessandro Bastoni diganjar kartu merah empat menit sebelum turun minum akibat pelanggaran terhadap Amar Memic. Bosnia kemudian menyamakan kedudukan melalui Haris Tabakovic pada menit ke-79, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Pada babak adu penalti, Italia tampil buruk. Tendangan pertama Pio Esposito melambung di atas mistar, disusul eksekusi Bryan Cristante yang membentur tiang. Sementara itu, Bajraktarevic memastikan kemenangan Bosnia setelah tendangannya tak mampu dibendung Gianluigi Donnarumma.
"Saya tidak berpikir para pemain pantas menerima pukulan seperti ini, melihat penampilan, usaha, dan hati yang mereka tunjukkan malam ini... saya bangga dengan mereka," ujar pelatih Italia Gennaro Gattuso dikutip dari AFP.
"Sulit untuk menerimanya."
Gattuso juga menyatakan bahwa pembicaraan mengenai masa depannya "tidak penting". Sementara itu, Presiden Federasi Sepak Bola Italia Gabriele Gravina menegaskan dirinya telah meminta Gattuso tetap melatih dan tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya.
Hasil ini membuat Italia menjadi juara dunia pertama yang gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, setelah sebelumnya tersingkir pada play-off oleh Swedia pada 2018 dan Makedonia Utara empat tahun lalu.
Sebaliknya, Bosnia Herzegovina mencatatkan keberhasilan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk kedua kalinya, sekaligus yang pertama sejak 2014. Kemenangan tersebut disambut meriah para pendukung yang bahkan masuk ke lapangan usai laga.
"Mereka adalah pemain yang punya karakter. Kami memiliki pemain yang membuat kami bangga," kata pelatih Bosnia Sergej Barbarez.
"Saya sudah mengatakan kepada mereka bahwa kami harus tampil di turnamen setiap dua tahun," sambungnya.
Italia sempat tampil gugup sejak awal pertandingan, namun mampu membuka keunggulan setelah kesalahan kiper Bosnia Nikola Vasilj yang memberikan bola kepada Nicolo Barella. Gelandang Inter Milan itu kemudian mengoper kepada Kean yang mencetak gol dari luar kotak penalti.
Bosnia merespons dengan meningkatkan tekanan dan menciptakan sejumlah peluang, termasuk sundulan Ermedin Demirovic yang tipis melebar pada menit ke-38.
Kartu merah Bastoni semakin membakar semangat tuan rumah. Pelatih Gattuso kemudian memasukkan Federico Gatti untuk menggantikan Mateo Retegui guna memperkuat lini belakang dan meredam tekanan Bosnia.
Gianluigi Donnarumma sempat melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menepis tembakan Kerim Alajbegovic pada menit ke-52. Namun, Kean gagal menggandakan keunggulan pada menit ke-60 setelah tendangannya melambung.
Bosnia akhirnya menyamakan skor melalui Tabakovic setelah memanfaatkan situasi di depan gawang, meski sebelumnya sundulan Edin Dzeko sempat ditepis Donnarumma.
Donnarumma kembali melakukan penyelamatan gemilang dari sundulan Demirovic untuk menjaga skor tetap imbang hingga waktu normal berakhir. Babak tambahan berlangsung ketat, dengan Italia sempat memprotes keputusan wasit yang tidak mengusir Tarik Muharemovic usai pelanggaran terhadap Marco Palestra.
Namun, hasil akhir ditentukan lewat adu penalti yang kembali menjadi mimpi buruk bagi Italia, sekaligus mengakhiri harapan mereka tampil di Piala Dunia 2026. (Ndf/I-1)
Italia membuka opsi menarik pasukan dari UNIFIL di Libanon di tengah eskalasi konflik. Negara Eropa lain juga mulai mengevakuasi tentaranya dari kawasan.
Italia menjaga asa untuk lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Irlandia Utara 2-0 pada laga playoff di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, Jumat (27/3).
Kapal tanker Rusia Arctic Metagaz terombang-ambing tanpa awak setelah serangan drone. Membawa 60.000 ton gas, Italia menyebutnya 'bom waktu'.
Pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait diserang drone, menghancurkan aset udara Italia. Serangan terjadi di tengah retaliasi Iran pascakematian Ali Khamenei.
Mahkamah Konstitusi Italia mendukung undang-undang baru yang membatasi kewarganegaraan berdasarkan keturunan. Mimpi jutaan diaspora Italia di luar negeri kini terancam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved