Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi memberhentikan Pam Bondi dari jabatannya sebagai Jaksa Agung. Untuk sementara, posisi tersebut akan diisi oleh Wakil Jaksa Agung Todd Blanche sebagai pejabat pelaksana tugas.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social. Dalam pernyataannya, ia tidak menjelaskan secara rinci alasan pemecatan tersebut, tetapi menyebut Bondi akan melanjutkan karier di sektor swasta.
"Pam Bondi adalah Patriot Amerika yang Hebat dan teman yang setia, yang dengan setia melayani sebagai Jaksa Agung saya selama setahun terakhir. Pam melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam mengawasi penindakan besar-besaran terhadap kejahatan di seluruh negeri kita, dengan angka pembunuhan yang anjlok ke tingkat terendah sejak tahun 1900," tulis Trump dilansir CNN, Jumat (3/4).
Meski demikian, sejumlah sumber menyebut keputusan tersebut dilatarbelakangi ketidakpuasan Trump terhadap kinerja Bondi dalam beberapa isu penting, termasuk penanganan dokumen terkait Jeffrey Epstein serta langkah hukum terhadap lawan politiknya.
Pemecatan ini menjadikan Bondi sebagai pejabat kabinet kedua yang diberhentikan dalam beberapa pekan terakhir, setelah Trump mencopot Kristi Noem dari jabatannya sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri.
Menurut sumber internal, Trump membahas kemungkinan pemecatan ini dengan para sekutunya dalam beberapa hari terakhir. Ia juga sempat berbicara langsung dengan Bondi pada Rabu lalu dalam percakapan yang digambarkan sebagai keras dan mengindikasikan bahwa pergantian posisi akan segera dilakukan.
Bondi menyatakan akan membantu proses transisi sebelum meninggalkan jabatannya sepenuhnya. Dalam unggahannya di X, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Trump.
"Memimpin upaya bersejarah dan sangat sukses Presiden Trump untuk menjadikan Amerika lebih aman dan terlindungi merupakan kehormatan seumur hidup dan dengan mudah menjadi tahun pertama Departemen Kehakiman yang paling penting dalam sejarah Amerika," tulisnya.
"Saya tetap selamanya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Presiden Trump kepada saya untuk Menjadikan Amerika Aman Kembali," tambahnya.
Sumber lain menyebut Bondi sempat ditawari kemungkinan posisi lain, termasuk peluang menjadi hakim. Namun, pernyataan Trump yang menyebut dirinya akan beralih ke sektor swasta menimbulkan ketidakpastian terkait rencana tersebut. Bahkan, disebutkan Bondi belum memiliki posisi baru yang pasti.
Selama menjabat, Bondi menghadapi sejumlah tantangan, termasuk upaya hukum terhadap tokoh-tokoh publik yang akhirnya kandas di pengadilan.
Departemen Kehakiman di bawah kepemimpinannya sempat mengajukan dakwaan terhadap mantan Direktur FBI James Comey dan Jaksa Agung New York Letitia James. Namun kasus tersebut dibatalkan hakim karena dinilai tidak sah.
Selain itu, penyelidikan terhadap mantan Direktur CIA John Brennan terkait dugaan pernyataan palsu kepada Kongres menjadi sorotan. Meski jaksa karier menilai kasus tersebut lemah, upaya untuk membawa perkara ke pengadilan tetap dilakukan.
Salah satu isu yang turut memicu ketegangan adalah penanganan kasus Epstein. Pernyataan Bondi sebelumnya yang menyebut daftar klien Epstein sedang ada di mejanya untuk ditinjau memicu kontroversi, setelah kemudian dinyatakan bahwa daftar tersebut tidak ada.
Bondi bahkan dijadwalkan menghadapi panggilan dari Komite Pengawasan DPR untuk memberikan kesaksian terkait isu tersebut. Namun, status panggilan itu kini menjadi tidak pasti setelah ia tidak lagi menjabat sebagai jaksa agung.
Sementara itu, Trump disebut tengah mempertimbangkan sejumlah nama sebagai pengganti tetap Bondi, termasuk administrator Badan Perlindungan Lingkungan Lee Zeldin. Beberapa kandidat lain juga dilaporkan masuk dalam pertimbangan Gedung Putih.
Di sisi lain, Blanche menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Bondi. "Pam Bondi memimpin Departemen ini dengan kekuatan dan keyakinan dan saya berterima kasih atas kepemimpinan dan persahabatannya," ujarnya.
Proses penunjukan jaksa agung definitif diperkirakan akan menghadapi tantangan politik di Senat.
Meski Partai Republik hanya membutuhkan mayoritas sederhana untuk menyetujui calon, kandidat tetap harus meyakinkan anggota parlemen terkait kapasitas dan independensinya.
Perkembangan ini menambah dinamika politik di Washington, di tengah meningkatnya sorotan terhadap independensi lembaga penegak hukum serta hubungan antara Gedung Putih dan Departemen Kehakiman. (I-2)
Jaksa Agung Pam Bondi angkat bicara soal subpoena dokumen Jeffrey Epstein dan walkout anggota Demokrat. James Comer akui lontarkan kata kasar dalam rapat.
Rapat tertutup Jaksa Agung Pam Bondi dengan Komite Pengawas DPR AS berakhir ricuh. Anggota Demokrat tuduh adanya upaya penutupan dokumen kasus Epstein.
Komite Pengawasan DPR AS resmi memanggil paksa Jaksa Agung Pam Bondi terkait penyelidikan berkas Jeffrey Epstein. Anggota dewan tuntut transparansi penuh.
Komite Pengawas DPR AS resmi mengeluarkan somasi (subpoena) terhadap Jaksa Agung Pam Bondi terkait dugaan penutupan informasi dalam skandal Jeffrey Epstein.
Sidang Departemen Kehakiman AS terkait berkas Jeffrey Epstein berujung ricuh. Jaksa Agung Pam Bondi bela sensor dokumen di hadapan para korban yang hadir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved