Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komite Pengawasan DPR AS, James Comer, resmi mengeluarkan surat perintah pemanggilan paksa (subpoena) terhadap Jaksa Agung Pam Bondi pada Selasa waktu setempat. Langkah hukum ini mewajibkan Bondi hadir memberikan kesaksian dalam deposisi pada 14 April mendatang, terkait penyelidikan panel terhadap kasus Jeffrey Epstein.
Tuntutan Transparansi Berkas
Fokus utama penyelidikan ini adalah kepatuhan Departemen Kehakiman (DOJ) terhadap Epstein Files Transparency Act, sebuah undang-undang yang disahkan tahun lalu yang mewajibkan pembukaan dokumen terkait Epstein kepada publik.
"Komite memiliki pertanyaan mengenai penanganan Departemen Kehakiman atas investigasi terhadap Jeffrey Epstein dan rekan-rekannya, serta kepatuhannya terhadap Epstein Files Transparency Act," tulis Comer dalam surat tersebut.
Comer menambahkan bahwa sebagai Jaksa Agung, Bondi bertanggung jawab langsung atas pengumpulan, peninjauan, dan keputusan perilisan berkas-berkas tersebut. Sejauh ini, anggota dewan dari kedua belah pihak (Republik dan Demokrat) mengeluhkan banyaknya bagian yang disensor (redacted) dalam dokumen yang dirilis, sehingga menuntut transparansi yang lebih besar.
Menanggapi pemanggilan paksa tersebut, juru bicara DOJ menyebut langkah DPR tersebut sebagai tindakan yang "sama sekali tidak perlu." Pihak DOJ berargumen bahwa para pembuat undang-undang sebenarnya telah diundang untuk melihat berkas tanpa sensor secara langsung di kantor Departemen Kehakiman.
"Subpoena ini sama sekali tidak perlu. Anggota dewan telah diundang untuk melihat berkas yang tidak disensor sendiri di Departemen Kehakiman, dan Jaksa Agung selalu menyediakan waktu untuk berbicara langsung dengan anggota Kongres," ujar juru bicara tersebut.
Meski demikian, DOJ tidak secara tegas menyatakan apakah Bondi akan mematuhi subpoena tersebut atau tidak. Sebagai langkah awal, Bondi dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche dijadwalkan memberikan pengarahan tertutup kepada komite pada Rabu ini.
Langkah berani komite ini mendapat dukungan kuat secara bipartisan. Perwakilan Robert Garcia, anggota senior dari Partai Demokrat di panel tersebut, menegaskan pentingnya kesaksian di bawah sumpah.
"Berkat persatuan Demokrat di Komite Pengawasan, bersama dengan dukungan beberapa anggota Republik, Jaksa Agung kini akan hadir di hadapan komite kami di bawah sumpah. Tidak ada lagi kebohongan. Tidak ada lagi pengalihan. Kami menginginkan kebenaran, dan keadilan bagi para penyintas," tegas Garcia.
Pemanggilan ini menandai babak baru dalam upaya panjang Kongres AS untuk membongkar jaringan di lingkaran Jeffrey Epstein dan memastikan tidak ada fakta yang ditutup-tutupi oleh lembaga penegak hukum. (CNN/Z-2)
Howard Lutnick setuju memberikan kesaksian sukarela terkait skandal Jeffrey Epstein setelah dokumen pengadilan mengungkap kunjungannya ke pulau pribadi sang predator seks.
Setelah perlawanan hukum yang alot, Bill dan Hillary Clinton akhirnya bersedia memberikan kesaksian dalam investigasi Kongres terkait skandal Jeffrey Epstein.
Pasangan Bill dan Hillary Clinton akhirnya setuju memberikan kesaksian dalam investigasi DPR AS terkait Jeffrey Epstein guna menghindari voting hukuman penghinaan Kongres.
Ketua Komite Pengawas DPR AS, James Comer, menolak tawaran kesaksian sukarela dari Bill dan Hillary Clinton terkait penyelidikan Jeffrey Epstein.
Ghislaine Maxwell setuju memberikan kesaksian di bawah sumpah terkait kasus Jeffrey Epstein pada 9 Februari mendatang.
Parlemen Norwegia sepakat selidiki hubungan diplomat dan pejabat tinggi dengan Jeffrey Epstein. Nama mantan PM hingga Putri Mahkota terseret dalam skandal ini.
Richard Kahn, akuntan Jeffrey Epstein, diperiksa 7 jam oleh DPR AS. Ia klaim tak tahu soal perdagangan seks meski kelola ribuan dokumen keuangan.
Terungkap! PM Keir Starmer diperingatkan soal risiko reputasi Lord Mandelson dan Jeffrey Epstein sebelum penunjukan Dubes AS.
Terungkap peran asisten, pengacara, hingga pilot dalam membantu operasional harian Jeffrey Epstein.
Putri Eugenie resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pelindung Anti-Slavery International. Keputusan ini muncul di tengah mencuatnya dokumen baru Jeffrey Epstein.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved