Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
RICHARD Kahn, akuntan kepercayaan mendiang predator seksual Jeffrey Epstein, menjalani pemeriksaan maraton selama tujuh jam oleh Komite Pengawasan DPR AS (House Oversight Committee) pada Rabu (11/3/2026). Dalam kesaksian tertutup tersebut, Kahn bersikeras hubungannya dengan Epstein murni profesional.
Kahn mengaku tidak mengetahui tindakan "mengerikan dan tak termaafkan" yang dilakukan Epstein terhadap perempuan dan anak-anak di bawah umur. Penyelidikan ini fokus pada aliran dana Epstein, bagaimana ia memperoleh kekayaan, serta apakah uang tersebut digunakan untuk aktivitas ilegal.
Dalam pernyataan pembukanya, Kahn menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berinteraksi secara sosial dengan Epstein maupun menghadiri pesta-pestanya.
"Selama Epstein masih hidup, saya tidak pernah mengamati adanya pelecehan seksual atau perdagangan perempuan dan tidak pernah menerima pengaduan, baik oleh salah satu korban Epstein atau siapa pun, mengenai pelecehan atau perdagangan tersebut," ujar Kahn dalam pernyataannya yang diperoleh CNN.
Ia juga menambahkan komitmen moralnya: "Seandainya saya mengetahui perilaku mengerikannya, saya akan segera berhenti bekerja saat itu juga."
Sebagai pengelola keuangan, Kahn menyatakan tidak melihat transaksi mencurigakan yang mengarah pada tindak kriminal. Meski terdapat pemberian hadiah kepada sejumlah individu, ia menyebut jumlahnya hanya sebagian kecil dari pengeluaran Epstein.
Ketua Komite, James Comer, mengungkapkan Epstein mendapatkan sebagian besar kekayaannya sebagai penasihat pajak dan perencana keuangan. Lima klien utama yang menyetor dana signifikan kepada Epstein adalah Les Wexner, Glenn Dubin, Steven Sinofsky, keluarga Rothschild, dan Leon Black.
Hingga saat ini, komite telah meninjau sekitar 44.000 dokumen keuangan dan 64 entitas perwalian yang terkait dengan Epstein. Ditemukan adanya aliran dana besar setiap hari, termasuk pembayaran ke universitas dan penarikan tunai dalam jumlah besar yang tujuannya tidak diketahui.
Meski James Comer menyebut Kahn cukup kooperatif, sejumlah anggota dewan dari Partai Demokrat meragukan kejujuran sang akuntan. Anggota DPR James Walkinshaw menilai tidak masuk akal jika seseorang yang mengelola uang Epstein selama bertahun-tahun sama sekali tidak mengetahui kejahatannya.
"Saya tidak merasa kredibel bahwa dia tidak mengetahui kejahatan Jeffrey Epstein. Jika dia tidak tahu, maka dia sengaja menutup mata mengingat kedalaman keterlibatannya dengan Epstein dan keuangannya selama bertahun-tahun," tegas Walkinshaw.
Penyelidikan ini juga mengungkap fakta mengejutkan lainnya, termasuk dugaan transaksi keuangan Epstein dengan seorang kepala negara asing dan investasi yang melibatkan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak. (CNN/Z-2)
Hillary Clinton menuntut transparansi penuh atas file Jeffrey Epstein dan siap bersaksi di depan Kongres.
Sidang Departemen Kehakiman AS terkait berkas Jeffrey Epstein berujung ricuh. Jaksa Agung Pam Bondi bela sensor dokumen di hadapan para korban yang hadir.
Demokrat tuding Jaksa Agung Pam Bondi tutupi berkas Jeffrey Epstein dan jadikan DOJ alat balas dendam Trump.
Dokumen terbaru dari Departemen Kehakiman AS mengungkap komunikasi Jeffrey Epstein yang mencatut nama mantan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe.
ANGGOTA keluarga Kerajaan Inggris, Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor dilaporkan meninggalkan kediamannya di Kastil Windsor setelah dikaitkan dengan kasus Jeffrey Epstein.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved