Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Hillary Clinton Tuding Pemerintahan Trump Lakukan Upaya Menutupi Fakta Epstein

Thalatie K Yani
17/2/2026 07:32
Hillary Clinton Tuding Pemerintahan Trump Lakukan Upaya Menutupi Fakta Epstein
Hillary Clinton menuntut transparansi penuh atas file Jeffrey Epstein dan siap bersaksi di depan Kongres. (BBC)

MANTAN Sekretaris Negara AS, Hillary Clinton, melontarkan tudingan keras terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump terkait penanganan dokumen mendiang terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Clinton menyebut pemerintah sengaja memperlambat proses pengungkapan data ke publik.

"Keluarkan file-file itu. Mereka sengaja memperlambatnya (slow-walking)," ujar Hillary Clinton kepada BBC saat menghadiri Forum Dunia tahunan di Berlin.

Tudingan ini muncul setelah jutaan file baru dirilis Departemen Kehakiman (DoJ) AS awal bulan ini menyusul pengesahan undang-undang transparansi oleh Kongres. Namun, sejumlah anggota parlemen menilai rilis tersebut masih jauh dari cukup dan menuntut transparansi memo internal terkait keputusan penuntutan di masa lalu.

Siap Bersaksi di Depan Kongres

Pasangan Clinton dijadwalkan akan memberikan kesaksian di depan Komite Pengawasan Kongres. Hillary akan hadir pada 26 Februari, disusul oleh suaminya, mantan Presiden Bill Clinton, pada 27 Februari. Langkah ini menandai pertama kalinya seorang mantan Presiden AS bersaksi di depan panel Kongres sejak Gerald Ford pada 1983.

Hillary menegaskan bahwa mereka tidak memiliki rahasia yang disembunyikan dan meminta agar persidangan dilakukan secara terbuka untuk umum.

"Kami akan datang, tetapi kami pikir akan lebih baik jika dilakukan di depan publik," kata Hillary. "Kami tidak punya apa pun untuk disembunyikan. Kami telah berulang kali menyerukan pelepasan penuh file-file ini. Kami percaya cahaya matahari adalah disinfektan terbaik."

Meskipun Bill Clinton pernah mengenal Epstein, ia secara konsisten membantah mengetahui tindak kejahatan seksual yang dilakukan Epstein pada saat itu dan telah memutus kontak sejak dua dekade lalu. Perlu dicatat bahwa munculnya nama seseorang dalam file tersebut bukan merupakan indikasi kesalahan hukum.

Andrew dan Tekanan Publik

Terkait Andrew Mountbatten-Windsor yang juga terus didesak untuk memberikan kesaksian mengenai hubungannya dengan Epstein, Hillary memberikan komentar singkat. "Saya pikir setiap orang yang diminta untuk bersaksi, harus bersaksi," tegasnya.

Andrew sendiri selalu membantah melakukan kesalahan dan telah mencapai penyelesaian di luar pengadilan dengan pelapor utamanya, Virginia Giuffre, pada tahun 2022 tanpa pengakuan tanggung jawab hukum. Giuffre dilaporkan meninggal dunia karena bunuh diri pada tahun 2025.

Balasan dari Gedung Putih

Pihak Gedung Putih merespons kritik Hillary dengan mengklaim bahwa pemerintahan Trump telah berbuat lebih banyak bagi para korban dibandingkan Partai Demokrat.

"Dengan merilis ribuan halaman dokumen dan bekerja sama dengan permintaan somasi Komite Pengawasan, Pemerintahan Trump telah berbuat lebih banyak untuk para korban daripada yang pernah dilakukan Demokrat," tulis pernyataan resmi Gedung Putih.

Hillary Clinton berpendapat pemanggilan dirinya dan suaminya ke Kongres hanyalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari Donald Trump, yang namanya muncul ratusan kali dalam file tersebut. Trump sendiri telah berulang kali membantah melakukan kesalahan dan mengklaim telah memutus kontak dengan Epstein sejak lama. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik