Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Terkait Skandal Jeffrey Epstein, Putri Eugenie Mundur dari Organisasi Anti Perbudakan

Thalatie K Yani
09/3/2026 07:11
Terkait Skandal Jeffrey Epstein, Putri Eugenie Mundur dari Organisasi Anti Perbudakan
Putri Eugenie resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pelindung Anti-Slavery International. Keputusan ini muncul di tengah mencuatnya dokumen baru Jeffrey Epstein.(Media Sosial X)

PUTRI Eugenie resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelindung (patron) Anti-Slavery International, organisasi hak asasi manusia tertua di dunia. Keputusan ini diambil menyusul rilis jutaan dokumen dan email oleh Departemen Kehakiman AS terkait peran Jeffrey Epstein dalam kasus pelecehan seksual dan perdagangan perempuan global.

Dokumen-dokumen tersebut kembali menyudutkan ayah Eugenie, Andrew Mountbatten-Windsor (Pangeran Andrew). Profil Putri Eugenie kini telah dihapus dari situs resmi Anti-Slavery International, yang sebelumnya sangat memuji kontribusinya dalam memimpin upaya melawan perbudakan modern.

Pernyataan Resmi Organisasi

Pihak badan amal tersebut mengonfirmasi berakhirnya kerja sama ini dalam sebuah pernyataan yang dibagikan kepada The Observer.

"Setelah tujuh tahun, masa perlindungan kami dari Yang Mulia Putri Eugenie dari York telah berakhir. Kami berterima kasih banyak kepada Sang Putri atas dukungannya terhadap Anti-Slavery International. Kami berharap beliau terus bekerja untuk mengakhiri perbudakan," tulis lembaga tersebut.

Hingga saat ini, tidak ada indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh Eugenie, saudara perempuannya Putri Beatrice, maupun ibunya Sarah Ferguson, terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Eugenie sendiri belum memberikan komentar publik mengenai file Epstein maupun tuduhan terhadap ayahnya. Pangeran Andrew secara konsisten membantah semua tuduhan tersebut.

Rekam Jejak Kampanye Anti-Perbudakan

Putri Eugenie, yang bekerja sebagai direktur galeri seni Hauser & Wirth, telah bertahun-tahun mengampanyekan isu perbudakan modern dan perdagangan manusia. Pada 2017, ia ikut mendirikan badan amal terpisah, Anti-Slavery Collective, bersama sahabatnya Julia de Boinville.

Namun, badan amal tersebut baru-baru ini mendapat perhatian dari Charity Commission terkait kekhawatiran atas pengeluaran. Pada tahun yang berakhir 5 April 2025, organisasi tersebut menghabiskan anggaran untuk gaji (£191.537) dua kali lebih besar dibandingkan untuk program amal (£97.206).

Kaitan Keluarga dengan Kasus Epstein

Munculnya kembali dokumen-dokumen lama mengungkap bahwa Sarah Ferguson sempat menjalin pertemanan dengan Epstein selama bertahun-tahun. Email yang dirilis menunjukkan bahwa Ferguson, bersama kedua putrinya, terbang ke AS beberapa hari setelah Epstein bebas dari penjara pada Juli 2009 untuk makan siang bersama di Miami, saat Epstein masih dalam status tahanan rumah dan terdaftar sebagai pelanggar seks.

Selain itu, kedua putri Pangeran Andrew berpotensi menjadi saksi kunci dalam pembelaan ayah mereka. Andrew mengklaim pada malam ia dituduh tidur dengan Virginia Giuffre, ia berada di rumah bersama anak-anaknya setelah mengantar Beatrice ke sebuah pesta. Meski demikian, baik Eugenie maupun Beatrice belum memberikan komentar apa pun terkait keterangan ayah mereka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Anti-Slavery Collective maupun Putri Eugenie belum menanggapi permintaan komentar lebih lanjut. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya