Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Inggris kini menghadapi gelombang kritik tajam terkait penanganan kasus yang melibatkan mendiang miliarder Jeffrey Epstein. Mantan jaksa papan atas Inggris menyebut kepolisian telah mengecewakan para penyintas karena lebih memprioritaskan penyelidikan terhadap kepentingan negara dibandingkan laporan kekerasan seksual terhadap perempuan.
Nazir Afzal, mantan Kepala Jaksa Penuntut untuk wilayah Inggris Barat Laut, menyoroti kontrasnya kecepatan kepolisian dalam menangani kasus ini. Menurutnya, tindakan cepat diambil terhadap mantan Pangeran Andrew (Andrew Mountbatten-Windsor) dan mantan menteri kabinet Peter Mandelson atas tuduhan pembocoran informasi sensitif negara kepada Epstein. Keduanya telah ditangkap atas dugaan pelanggaran jabatan publik, meski membantah melakukan kesalahan.
Afzal mengungkapkan hingga saat ini, belum ada satu pun laporan terkait kekerasan seksual atau perdagangan manusia yang masuk ke tingkat penyelidikan kriminal penuh. Padahal, enam kesatuan polisi tengah memeriksa data penerbangan yang diduga membawa korban perdagangan manusia atas perintah Epstein ke Inggris.
"Ketika negara menjadi korban, negara bergerak cepat. Namun, ketika perempuan diduga menjadi korban, negara nyaris tidak bergerak sama sekali," tegas Afzal kepada The Guardian. "Para korban merasa penderitaan mereka tidak diperlakukan dengan urgensi yang sama seperti dugaan pelanggaran terhadap kepentingan negara."
Senada dengan Afzal, mantan kepala kontraterorisme Inggris, Neil Basu, menyebut respons kepolisian saat ini "terlalu sedikit dan sudah terlambat" bagi para penyintas. Ia menekankan kredibilitas kepolisian akan runtuh jika terus melakukan kesalahan dalam menangani klaim-klaim ini.
Pihak kepolisian beralasan bahwa mereka membutuhkan dokumen asli tanpa sensor dari Departemen Kehakiman AS (DoJ) untuk menindaklanjuti kasus ini. Saat ini, diperkirakan masih ada dua juta dokumen lain di AS yang menunggu untuk dipublikasikan.
Untuk mengatasi lambatnya proses, Afzal menyarankan agar satu badan nasional seperti National Crime Agency (NCA) mengambil alih koordinasi. "DoJ AS membutuhkan satu sosok tunggal yang bisa mereka ajak bicara," ujarnya.
Kritik juga datang dari Penny East, CEO Fawcett Society, yang menegaskan bahwa tanggung jawab sejati bukan sekadar kehilangan gelar atau pekerjaan mewah, melainkan respons kuat dari sistem peradilan pidana.
Sementara itu, Natalie Fleet, anggota parlemen dari Partai Buruh yang juga pernah menjadi korban grooming, menyatakan kekhawatirannya jika suara korban hilang di tengah drama politik tingkat tinggi. "Kita ada di sini karena para perempuan pemberani berani bicara. Polisi harus memastikan korban merasa didengar dan didukung," kata Fleet.
Saat ini, penggeledahan masih berlanjut di kediaman lama Andrew Mountbatten-Windsor, Royal Lodge di Windsor, yang telah memasuki hari keenam. Meski begitu, juru bicara Dewan Kepala Polisi Nasional (NPCC) bersikeras bahwa tidak ada kejahatan yang diprioritaskan di atas yang lain. "Semua investigasi didorong oleh bukti, dan proses ini memakan waktu untuk memastikan ketuntasan," pungkasnya. (The Guardian/Z-2)
Pangeran William mengaku sedang tidak dalam kondisi tenang untuk menonton film 'Hamnet'.
Berbeda dengan tuduhan sebelumnya yang berfokus pada pelecehan seksual, penangkapan kali ini didasarkan pada temuan bahwa Andrew diduga menyalahgunakan perannya
Berbeda dengan gugatan sipil sebelumnya yang berfokus pada tuduhan pelecehan seksual, penangkapan kali ini berkaitan dengan pelanggaran jabatan publik.
Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS disebut mencakup email yang menunjukkan Andrew meneruskan laporan resmi kunjungan perdagangan ke Asia
Sidang Departemen Kehakiman AS terkait berkas Jeffrey Epstein berujung ricuh. Jaksa Agung Pam Bondi bela sensor dokumen di hadapan para korban yang hadir.
Kongres AS meminta Peter Mandelson memberikan kesaksian terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein. Mandelson diduga membocorkan rahasia negara ke Epstein.
Krisis kepemimpinan menghantam Sir Keir Starmer setelah Anas Sarwar memintanya mundur. Skandal hubungan Peter Mandelson dan Jeffrey Epstein jadi pemicu.
Starmer resmi menyampaikan permohonan maaf menyusul skandal penunjukan Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap kedekatan Peter Mandelson dengan predator seksual Jeffrey Epstein, termasuk percakapan akrab setelah vonis tahun 2008.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap dugaan pembayaran US$75.000 dari Jeffrey Epstein ke akun Lord Mandelson serta temuan foto tanpa busana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved