Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Lord Mandelson Disebut Menyesatkan PM Starmer Soal Jeffrey Epstein

Thalatie K Yani
05/2/2026 05:12
Lord Mandelson Disebut Menyesatkan PM Starmer Soal Jeffrey Epstein
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap kedekatan Peter Mandelson dengan predator seksual Jeffrey Epstein, termasuk percakapan akrab setelah vonis tahun 2008.(US Department of Justice)

PERDANA Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, menyatakan Peter Mandelson telah menyesatkannya terkait kedalaman hubungannya dengan narapidana pedofilia, Jeffrey Epstein. Pernyataan ini muncul setelah Departemen Kehakiman AS merilis rangkaian email yang menunjukkan kedekatan luar biasa antara keduanya, bahkan setelah Epstein divonis tahun 2008.

Dokumen tersebut menggambarkan hubungan yang tetap akrab dan terus berkembang meskipun Epstein saat itu menyandang status sebagai pelaku kejahatan seksual. Dalam salah satu percakapan pada Juli 2009, saat Epstein bebas dari penjara, Mandelson yang kala itu menjabat sebagai Menteri Bisnis di bawah Gordon Brown, menyambutnya dengan antusias.

"Bebas dan di rumah," tulis Epstein dalam emailnya. Mandelson membalas singkat namun provokatif: "Bagaimana kita harus merayakannya?"

Epstein kemudian membalas dengan candaan vulgar mengenai penari telanjang, yang ditanggapi Mandelson dengan guyonan serupa, "Mulai sekarang, grace (keanggunan) dan modesty (kesederhanaan) harus ditemukan di London," sebelum bertanya, "Bagaimana rasanya kebebasan?"

Penasihat Politik di Balik Layar

Email-email tersebut tidak hanya menunjukkan obrolan ringan, tetapi juga mengungkap peran Epstein sebagai penasihat karier politik Mandelson. Pada November 2009, saat Gordon Brown berada di bawah tekanan untuk mundur sebagai Perdana Menteri, Epstein memberikan arahan strategis.

"Katakan kepada GB [Gordon Brown] bahwa Anda melihat arah angin bertiup dan Anda setia, pertama kedua dan ketiga [...] Saya tidak menyarankan Anda memintanya mundur... katakan padanya Anda adalah temannya dan merasa frustrasi sama seperti dia," tulis Epstein.

Kedekatan ini berlanjut hingga Mandelson keluar dari pemerintahan pada Mei 2010. Ia bahkan mengirimkan draf memoarnya, The Third Man, untuk dikritik Epstein. Namun, Epstein memberikan penilaian pedas terhadap buku tersebut.

"Buku ini mengumumkan Anda bersedia menjual semua itu [kebijaksanaan dan privasi] demi uang receh," kritik Epstein dalam email bertanggal 16 Mei 2010.

Kesetiaan yang Tak Tergoyahkan

Hubungan tersebut sempat mendingin pada 2012 ketika Epstein mengeluh interaksi mereka terasa seperti "jalan satu arah". Namun, balasan Mandelson justru mengonfirmasi betapa kuatnya dukungan yang ia berikan selama masa-masa sulit Epstein di pengadilan.

"Selama masa cobaan dan kesengsaraan Anda, saya tidak pernah meninggalkan sisi Anda, saya selalu ada dengan nasihat dan dukungan moral, dan saya tidak pernah berpaling," tulis Mandelson. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik