Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Donald Trump Kritik Keras Sikap Inggris dalam Konflik Iran

Thalatie K Yani
17/3/2026 07:26
Donald Trump Kritik Keras Sikap Inggris dalam Konflik Iran
Presiden Trump sebut Inggris mengecewakan karena enggan terlibat aktif dalam pengamanan Selat Hormuz.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah Inggris terkait respons mereka dalam konflik Iran. Trump mengaku "tidak senang" dengan sikap Perdana Menteri Sir Keir Starmer yang menegaskan Inggris tidak akan terseret ke dalam "perang yang lebih luas."

Dalam pernyataannya pada Senin waktu setempat, Trump mendesak Inggris untuk terlibat secara antusias dalam upaya pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak vital yang saat ini efektif ditutup oleh Iran.

"Ada beberapa negara yang sangat mengecewakan saya," ujar Trump dalam konferensi pers, merujuk pada Inggris yang selama ini dianggap sebagai "aliansi Rolls-Royce" bagi Amerika Serikat.

Ketegangan di Selat Hormuz

Krisis ini dipicu oleh tindakan Iran yang mengancam akan menyerang kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS dan risiko ranjau laut di Selat Hormuz. Kondisi ini menyebabkan lonjakan harga minyak global secara signifikan.

Meski Trump mendesak pengiriman kapal perang, Sir Keir Starmer memilih pendekatan yang lebih berhati-hati. Ia menyatakan bahwa Inggris sedang bekerja sama dengan sekutu untuk menyusun "rencana kolektif yang layak" guna memulihkan kebebasan navigasi tanpa harus memicu eskalasi militer.

"Saya pikir ini mengerikan," komentar Trump mengenai sikap Inggris. Ia bahkan menyindir kontribusi Inggris dengan mengatakan, "Kami tidak perlu bekerja sama dengan mereka di Ukraina, lalu mereka memberi tahu kami bahwa mereka memiliki kapal ranjau di sekitar sana tetapi tidak ingin melakukannya."

Diplomasi dan Pertahanan Inggris

Hubungan kedua pemimpin ini sebelumnya sempat menegang setelah Sir Keir melarang AS menggunakan pangkalan Inggris untuk serangan ofensif awal terhadap Iran. Namun, Inggris akhirnya mengizinkan penggunaan pangkalan tersebut hanya untuk aksi defensif terhadap serangan rudal Iran.

Saat ini, kapal perusak HMS Dragon telah dikerahkan dari Portsmouth untuk melindungi pangkalan RAF Akrotiri di Siprus yang sempat terkena serangan drone buatan Iran. Inggris juga lebih memilih menawarkan teknologi drone laut terbaru untuk mendeteksi ranjau guna meminimalisir risiko personel.

Menanggapi tekanan dari Washington, Sir Keir Starmer menegaskan posisinya. "Adalah tugas saya untuk bertindak demi kepentingan terbaik Inggris," tegasnya, sembari menambahkan bahwa Inggris tetap merupakan sekutu kuat bagi AS.

Penolakan dari Sekutu Eropa

Sikap hati-hati Inggris rupanya senada dengan negara-negara Eropa lainnya. Jerman secara tegas menyatakan tidak akan berpartisipasi secara militer. Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, mempertanyakan ekspektasi Trump terhadap bantuan kapal fregat Eropa di tengah kekuatan Angkatan Laut AS yang sangat besar.

Di dalam negeri, Sir Keir menghadapi tekanan politik dari berbagai sisi. Pemimpin Konservatif, Kemi Badenoch, mengkritik lambatnya koordinasi PM dengan AS, sementara Partai Liberal Demokrat mendesak pemerintah untuk fokus pada deeskalasi perang daripada mengirim kapal ke Selat Hormuz.

Sebagai langkah mitigasi dampak ekonomi, PM Keir Starmer telah mengumumkan bantuan sebesar £53 juta untuk rumah tangga rentan yang terkena dampak lonjakan harga minyak pemanas akibat krisis ini. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik