Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan serangkaian pernyataan yang saling bertolak belakang mengenai kebijakan terhadap Iran dalam satu hari yang sama. Analisis yang dirilis Associated Press menunjukkan adanya sinyal baur (mixed signals) dari Gedung Putih, mulai dari wacana pengakhiran upaya militer hingga penambahan ribuan personel pasukan ke Timur Tengah.
"Kami sudah sangat dekat untuk mencapai tujuan kami," ujar Trump, sembari mengisyaratkan bahwa Washington tengah mempertimbangkan untuk menghentikan "upaya militer besar" di kawasan tersebut. Ia mengeklaim kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan.
Namun, pada saat yang hampir bersamaan, pemerintahannya justru mengonfirmasi pengerahan kapal perang tambahan dan sekitar 2.500 personel marinir. Penambahan ini menggenapi total kekuatan militer AS yang mendukung operasi di kawasan tersebut menjadi sekitar 50.000 tentara.
Ambivalensi Trump juga menyasar pengamanan Selat Hormuz, jalur vital yang dilewati hampir seperlima pasokan minyak dunia. Trump mengindikasikan AS dapat menarik diri tanpa mengamankan jalur tersebut, serta meminta negara lain memikul tanggung jawab perlindungan.
Ketidakpastian ini langsung direspons negatif oleh pasar global. Indeks S&P 500 merosot 1,5%, sementara harga bahan bakar melonjak akibat kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan di jalur distribusi utama tersebut.
Di sisi ekonomi, pemerintahan Trump mengambil langkah mengejutkan dengan melonggarkan sanksi pada pengiriman minyak Iran tertentu guna meredam tekanan pasar energi. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut kebijakan ini bertujuan menambah pasokan global hingga 140 juta barel dalam jangka pendek.
Langkah ini menuai kritik tajam, termasuk dari internal Partai Republik. Anggota parlemen Nancy Mace melontarkan kritik pedas atas kebijakan yang dianggap standar ganda tersebut. "Mengebom Iran dengan satu tangan, tapi membeli minyak Iran dengan tangan lainnya," tulis Mace.
Para analis memperingatkan bahwa pelonggaran sanksi ini akan sia-sia jika ketegangan militer di Selat Hormuz tetap berlanjut, yang pada akhirnya justru akan mengunci akses keluar minyak ke pasar internasional. (B-3)
Presiden Donald Trump menyatakan perang melawan Iran telah dimenangkan. Namun, ia tetap membuka peluang serangan udara jika negosiasi pengakhiran konflik menemui jalan buntu.
Setelah satu tahun ditahan tanpa dakwaan, peneliti bahasa AS Dennis Coyle akhirnya dibebaskan oleh Taliban.
Presiden AS Donald Trump menyebut Iran memberikan 'hadiah' signifikan terkait aliran minyak di Selat Hormuz. Apakah ini sinyal berakhirnya perang?
Pakistan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi perundingan antara AS dan Iran demi mencapai penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, jika kedua pihak menghendaki.
FASILITAS gas di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan selama perang Iran Amerika Serikat dan Israel, di tengah perubahan sikap Presiden AS Donald Trump
Ketua DPR AS Mike Johnson tegaskan AS tak akan terlibat nation-building di Iran pasca tewasnya Khamenei. Fokus pada strategi perdamaian lewat kekuatan.
Penasihat Donald Trump mendesak jalan keluar cepat dari konflik Iran seiring lonjakan harga minyak. Trump janji perang segera usai, tetapi kemenangan belum pasti.
Tiga kardinal AS mengeluarkan pernyataan bersama yang jarang terjadi, menyerukan kebijakan luar negeri bermoral dan menolak perang sebagai instrumen kepentingan nasional.
Sekjen PBB António Guterres tegaskan kontribusi AS adalah kewajiban hukum Piagam PBB usai Trump tarik diri dari 31 entitas. Cek dampak anggaran 2026.
Presiden Trump resmi tarik AS dari 66 organisasi internasional termasuk PBB demi kedaulatan & hemat anggaran. Simak daftar lengkap dan alasannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved