Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

3 Kardinal AS Desak Kebijakan Luar Negeri Bermoral, Kritik Aksi Militer di Greenland

Thalatie K Yani
20/1/2026 06:07
3 Kardinal AS Desak Kebijakan Luar Negeri Bermoral, Kritik Aksi Militer di Greenland
Greenland(Instagram)

TIGA kardinal terkemuka Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan bersama yang jarang terjadi untuk menyerukan "kebijakan luar negeri yang benar-benar bermoral." Pernyataan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya ketegangan global belakangan ini, termasuk situasi di Venezuela, Ukraina, hingga polemik mengenai Greenland.

Pernyataan tegas tersebut ditandatangani Kardinal Robert McElroy dari Washington, DC, Kardinal Blase Cupich dari Chicago, dan Kardinal Joseph Tobin dari Newark. Mereka menekankan pentingnya etika dalam diplomasi internasional dan menolak penggunaan kekuatan militer demi kepentingan sempit.

“Kami menolak perang sebagai instrumen untuk kepentingan nasional yang sempit dan menyatakan bahwa tindakan militer harus dilihat hanya sebagai jalan terakhir dalam situasi ekstrem,” tegas para kardinal dalam pernyataan bersama tersebut.

Kritik Terhadap Lunturnya Prinsip Perdamaian

Para kardinal mengutip pidato "keadaan dunia" terbaru dari Paus Leo XIV di Vatikan. Dalam pidatonya, Paus memperingatkan bagaimana "semangat perang tengah menyebar" dan prinsip pasca-Perang Dunia II yang melarang negara-negara melanggar perbatasan negara lain telah "benar-benar dirusak."

Menurut ketiga kardinal tersebut, peran moral Amerika Serikat di panggung dunia kini tengah "dipertanyakan." Mereka menyayangkan upaya pembangunan perdamaian yang kini justru "direduksi menjadi kategori-kategori partisan yang mendorong polarisasi dan kebijakan yang destruktif."

Langkah luar biasa ini menyusul kritik sebelumnya dari pihak kepausan dan para uskup AS terkait kebijakan imigrasi pemerintahan Trump. Kardinal McElroy, yang memiliki latar belakang akademis kuat dalam bidang etika internasional, sebelumnya juga sempat melontarkan kritik keras terhadap kebijakan deportasi yang ia sebut sebagai hal yang "menjijikkan secara moral."

Sorotan pada Situasi Greenland

Selain masalah moralitas secara umum, kekhawatiran spesifik muncul terkait potensi aksi militer Amerika Serikat di Greenland. Uskup Agung Timothy Broglio, yang bertanggung jawab atas pelayanan militer AS, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai beban moral yang akan dipikul oleh para prajurit.

Berbicara kepada BBC, Broglio mengkhawatirkan "personel militer dapat ditempatkan dalam situasi di mana mereka diperintahkan untuk melakukan sesuatu yang meragukan secara moral" terkait tindakan AS terhadap Greenland.

Ia menegaskan "tidak dapat melihat keadaan apa pun" di mana operasi AS di Greenland dapat dianggap sebagai perang yang adil (just war). Broglio secara eksplisit mengingatkan posisi internasional Denmark dalam konflik ini dengan menyebutnya sebagai "seorang sekutu."

Seruan kolektif dari para pemimpin gereja ini menjadi tekanan moral baru bagi pemerintahan saat ini di tengah memanasnya retorika kebijakan luar negeri Amerika Serikat. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya